Skip to content
Sudut Edukasi
Menu
  • Humaniora
    • Dikbud
    • Analisis
    • Materi Umum
    • Referensi
    • Opini/Artikel
  • Sekolah
    • Supervisi
    • Peraturan
    • Kurikulum
    • Evaluasi
    • Guru
    • Siswa
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
    • IPS 7
    • IPS 8
    • IPS 9
    • LKPD IPS VII
    • LKPD IPS VIII
    • LKPD IPS IX
    • LKPD Geografi X
    • LKPD Geografi XI
    • LKPD Geografi XII
  • PBM
    • English
    • Bahasa Indonesia
    • Strategi Mengajar
    • Teknologi Pembelajaran
    • Manajemen Kelas
  • SMPN 3 Sinjai
    • Aktivitas Kepala Sekolah
    • Aktivitas Guru
    • Pengelolaan Kinerja Guru
    • Aktivitas Sekolah
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Menu
Cara Menggunakan Pembelajaran Mandiri di Kelas

Cara Menggunakan Pembelajaran Mandiri di Kelas

Posted on November 19, 2022December 14, 2022 by SudutEdukasi

Di dalam ruang kelas ada dua cara umum yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan: pertama, pembelajaran yang diarahkan oleh orang lain dan pembelajaran yang diarahkan sendiri. Pembelajaran yang diarahkan oleh orang lain adalah cara biasa untuk menyampaikan tujuan pembelajaran di mana seorang guru memimpin pelajaran dan siswa lebih pasif dengan hanya mendengarkan dan mencatat. Ini adalah cara yang paling nyaman bagi guru karena mereka mengendalikan apa yang diajarkan dan, bagaimana siswa belajar. Namun, sekitar tahun 1975, pembelajaran mandiri menjadi gerakan utama dalam pendidikan, dan terbukti menjadi pendekatan pembelajaran yang strategis.

Daftar Isi

Toggle
  • Pengertian Pembelajaran Mandiri
  • Manfaat Pembelajaran Mandiri
  • Strategi Belajar Mandiri untuk Dicoba di dalam Kelas
    • Belajar Menetapkan Tujuan
    • Memajukan Pemahaman
    • Mengajarkan Perbedaan Informasi yang Berguna dan Tidak Berguna
    • Berbagi Pengetahuan Baru
    • Membuat Tantangan
    • Menjadi Kreatif
    • Mengizinkan Kolaborasi

Pengertian Pembelajaran Mandiri

Malcom Knowles mempopulerkan gagasan bahwa siswa harus menjadi pusat pembelajaran, terutama pada pelajar yang lebih tua. Menurutnya, pembelajaran mandiri menggambarkan proses di mana individu mengendalikan pembelajaran mereka sendiri, dengan atau tanpa bantuan orang lain. Mereka memulai diagnosa kebutuhan belajar mereka sendiri, merumuskan tujuan belajar mereka sendiri, mengidentifikasi sumber belajar yang diperlukan, memilih strategi belajar yang tepat, dan kemudian mengevaluasi tujuan belajar mereka sendiri (Knowles, 1975, p. 18).

Meskipun bukan konsep baru, pembelajaran mandiri saat ini mendapatkan momentum baru karena para guru menemukan pentingnya strategi ini baik dalam model pembelajaran luar jaringan maupun virtual. Ini adalah cara paling alami untuk memperoleh informasi baru, seperti yang dibuktikan oleh anak muda dan orang dewasa yang lebih tua. Idenya adalah jika Anda tertarik pada sesuatu, Anda tentu ingin mempelajarinya lebih lanjut.

Manfaat Pembelajaran Mandiri

Ada banyak manfaat untuk siswa mengambil kendali belajar sendiri. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, secara alami kita semua belajar paling baik ketika kita tertarik pada topik tersebut. Karena belajar mandiri didorong oleh motivasi intrinsik untuk belajar, siswa mengambil manfaat dalam memperoleh pengetahuan baru.

Manfaat lain adalah cara strategi ini mengajarkan siswa untuk belajar melalui penelitian dan penerapan keterampilan. Secara tradisional, guru sering memberi tahu siswa cara belajar melalui hafalan atau pencatatan, tetapi siswa mungkin kurang memahami cara memperoleh pengetahuan sendiri. Ketika terlibat dalam pembelajaran mandiri, siswa bertanggung jawab untuk mengumpulkan data, melakukan penelitian, atau melakukan percobaan. Ini membantu siswa memahami pendekatan terbaik untuk mengumpulkan berbagai jenis informasi.

Manfaat lain dari jenis pembelajaran ini adalah mengembangkan kecakapan hidup seperti menetapkan tujuan dan merefleksikan kemajuan. Ketika ditugaskan untuk belajar sendiri, siswa juga menjadi perguruan tinggi dan karir siap karena mereka mengembangkan keterampilan seperti manajemen waktu, pemecahan masalah, dan presentasi dan komunikasi. Terakhir, pembelajaran mandiri menyediakan sarana untuk mencapai setiap gaya belajar yang ada di kelas Anda.

Strategi Belajar Mandiri untuk Dicoba di dalam Kelas

Pembelajaran mandiri tidak berarti menyerah pada standar pengajaran. Ini hanyalah cara yang memungkinkan siswa untuk memutuskan bagaimana mereka belajar dan menyajikan materi. Ini juga bukan sarana untuk menggantikan guru, karena masih ada kebutuhan bagi seorang guru untuk membimbing dan mencontohkan strategi-strategi penting.

Beberapa strategi tersebut antara lain:

Belajar Menetapkan Tujuan

Guru dapat membimbing siswa dalam menetapkan tujuan. Bersama-sama, mereka dapat membuat daftar topik yang akan dikuasai siswa. Siswa kemudian dapat mendokumentasikan hasil pembelajaran mereka dan merasakan pencapaian saat mereka memeriksa topik. Guru dapat membantu siswa menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai sampai siswa siap untuk melakukan proses ini sendiri.

Memajukan Pemahaman

Penting untuk memungkinkan siswa memulai dengan topik yang sudah dikenal. Ini akan membantu membimbing siswa melalui proses pembelajaran dan menantang mereka untuk mempelajari fakta-fakta baru tentang topik yang diketahui. Dengan cara ini, siswa akan mulai memahami bagaimana mereka mempelajari informasi baru.

Mengajarkan Perbedaan Informasi yang Berguna dan Tidak Berguna

Saat siswa mulai mengambil kendali atas pembelajaran mereka, penting bagi mereka untuk mengetahui bagaimana menentukan apakah informasi itu valid dan dapat diandalkan atau sekadar kesenangan atau kekeliruan. Bagian dari mempelajari cara belajar adalah mengetahui informasi apa yang dapat dipercaya. Guru dapat memberikan batasan untuk mendapatkan informasi sampai siswa memperoleh pemahaman penuh tentang proses ini.

Berbagi Pengetahuan Baru

Diberikan daftar topik atau standar, siswa dapat memilih apa yang paling menarik minat mereka untuk diteliti dan membuat presentasi. Setelah penelitian selesai, siswa dapat berbagi presentasi mereka. Ini selanjutnya akan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi presenter dan anggota lain sebagai pemerhati.

Membuat Tantangan

Menggunakan strategi berbasis permainan akan mendorong partisipasi siswa. Sama seperti orang dewasa, siswa terkadang membutuhkan persaingan yang bersahabat dan penghargaan untuk bekerja keras menuju penyelesaian suatu proyek. Salah satu strateginya adalah memberi siswa pilihan. Setiap pilihan mungkin memiliki aktivitas berdasarkan standar yang perlu dipelajari. Siswa kemudian dapat memilih untuk diselesaikan. Kegiatan kemudian dapat memberikan pilihan untuk setiap gaya belajar. Satu pilihan mungkin merupakan kegiatan pembelajaran kooperatif; seseorang mungkin menulis kreatif; sementara satu mungkin tulisan informatif. Satu pilihan dapat mencapai pelajar artistik sementara yang lain memungkinkan siswa untuk membuat laporan buku atau mempelajari peta atau diagram.

Menjadi Kreatif

Mintalah siswa membuat sesuatu untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Dengan membuat habitat, diorama, lagu atau puisi, cerita pendek, model, atau peta, siswa mulai menerapkan pemahamannya dan memanfaatkan kreativitasnya.

Mengizinkan Kolaborasi

Pembelajaran mandiri tidak harus menjadi strategi satu orang. Siswa perlu tahu bagaimana bekerja sama , dan pembelajaran mandiri adalah cara sempurna untuk mendorong pembelajaran kooperatif. Siswa yang bekerja sama dapat saling mendukung dan belajar mengkomunikasikan pemahaman mereka sendiri. Mereka mungkin bertukar pikiran untuk mengumpulkan ide dan kemudian memilih topik umum untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dengan banyaknya sumber daya online di ujung jari siswa saat ini, pembelajaran mandiri mudah diterapkan di kelas baik tradisional maupun virtual. Ini adalah cara yang bagus untuk menjangkau pembelajar virtual yang mungkin mudah teralihkan dalam gaya pengajaran konferensi video atau yang membutuhkan hal-hal berharga untuk dilakukan secara mandiri. Apa pun latar kelasnya, siswa akan memperoleh lebih dari sekedar pengetahuan yang mereka teliti karena mereka juga akan mengembangkan keterampilan hidup yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran mereka.

Bagi mereka yang terbiasa dengan instruksi yang diarahkan orang lain, guru mungkin ingin memulai dengan membuat model dan menggunakan teknik baru ini bersamaan dengan cara penyampaian pembelajaran dengan model biasa. Ingat, guru tetap dibutuhkan untuk membimbing dan memantau eksplorasi topik. Namun, guru dan siswa kemungkinan besar akan menentukan bahwa mereka belajar paling baik ketika siswa bertanggung jawab atas pembelajaran mereka.

1 thought on “Cara Menggunakan Pembelajaran Mandiri di Kelas”

  1. Pingback: Mengajarkan Tanggung Jawab kepada Siswa - Sudut Edukasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERBARU

  • Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan: Geografi XI
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XI
    October 13, 2026
  • Laporan Evaluasi, Refleksi, Dan Tindak Lanjut Hasil Supervisi Akademik
    By SudutEdukasi
    Evaluasi
    October 12, 2026
  • Aspek-Aspek Geografi dan Fenomena Keruangan: LKPD Geografi X
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi X
    October 8, 2026
  • Review, Finalisasi, dan Integrasi Visi, Misi, dan Tujuan Dalam Perencanaan Satuan Pendidikan
    By SudutEdukasi
    Aktivitas Sekolah, Analisis
    October 8, 2026
  • Tata Ruang dan Dinamikanya dalam Pembangunan Wilayah: LKPD Geografi SMA XII
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XII
    October 7, 2026
  • Pengelolaan Pembelajaran Mendalam (PM) Fokus Lingkungan Belajar dan Pemanfaatan Digital (2)
    By SudutEdukasi
    Kurikulum
    October 6, 2026
  • Analisis Letak Indonesia Secara Geologis: Geografi SMA XI
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XI
    October 4, 2026

POPULER

Categories

  • Aktivitas Guru
  • Aktivitas Kepala Sekolah
  • Aktivitas Sekolah
  • Analisis
  • Bahasa Indonesia
  • Dikbud
  • English
  • Evaluasi
  • Guru
  • IPS 7
  • IPS 9
  • Kepala Sekolah
  • Kurikulum
  • LKPD Geografi X
  • LKPD Geografi XI
  • LKPD Geografi XII
  • LKPD IPS IX
  • LKPD IPS VII
  • LKPD IPS VIII
  • Manajemen Kelas
  • Materi Umum
  • Opini/Artikel
  • Pengelolaan Kinerja Guru
  • Peraturan
  • Referensi
  • Siswa
  • Strategi Mengajar
  • Supervisi
  • Teknologi Pembelajaran
Sudut Edukasi (sudutedukasi.com) adalah situs web (blog) independen di bidang pendidikan yang menyajikan beragam modul pembelajaran, analisis pedagogis, serta dokumentasi aktivitas sekolah.
Statistik Pengunjung
  • Today's visitors: 97
  • Today's page views: : 101
  • Total visitors : 154,054
  • Total page views: 170,460
©2026 Sudut Edukasi | Design: Newspaperly WordPress Theme