Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang dan Tiongkok (LKPD Geografi XII)

1) Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang

Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang dan Tiongkok (LKPD Geografi XII). Jepang terletak di lepas pantai timur Asia. Negara industri maju ini merupakan negara kepulauan yang terdiri atas empat pulau utama, yaitu Hokkaido, Honshu (yang terbesar dan terpadat), Kyushu, dan Shikoku, serta lebih dari 3.500 pulau kecil.

Jepang secara astronomis terletak di antara 30° LU − 47° LU dan 128° BT − 146° BT. Secara geografis, Negeri Sakura ini terletak di belahan Bumi Utara bagian paling timur Benua Eurasia. Kepulauan Jepang dipisahkan oleh Laut Jepang (Laut Timur) dari Benua Asia. Jepang bertetangga dengan Korea, Rusia, dan Tiongkok (Utami, 2021).

Penduduk Jepang pada tahun 2022 ini diperkirakan mencapai 126.368.572 jiwa. Jumlah tersebut turun 0,12% (149.291 jiwa) dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun sebelumnya sebanyak 126.517.863 jiwa (Countrymeters, 2022).

Jepang memiliki iklim subtropis dengan empat musim yang berbeda coraknya. Keempat musim tersebut adalah:

  • musim semi, yang berlangsung pada bulan Maret−Mei;
  • musim panas, yang berlangsung pada bulan Juni−Agustus;
  • musim gugur, yang berlangsung pada bulan September−November; dan
  • musim dingin, yang berlangsung pada bulan Desember−Februari.

Jepang bagian timur memiliki musim panas yang panas dan lembab. Serta musim dingin dengan salju yang sangat lebat di sisi laut Jepang dan di daerah pegunungan. Jepang bagian barat memiliki musim panas yang sangat panas dan lembab dengan suhu mencapai 35 °C atau lebih serta musim dingin yang dingin hingga bersalju. Okinawa dan Amami memiliki iklim laut subtropis yang lebih hangat pada musim dingin dan sejuk pada musim panas.

Sistem transportasi Jepang

Sistem transportasi Jepang sangat maju dengan jaringan jalan dan rel kereta api mencakup hampir setiap bagian wilayah Jepang, bersamaan dengan layanan angkutan udara dan laut yang luas. Shinkansen atau disebut sebagai kereta supercepat adalah kereta yang berjalan dengan kecepatan maksimal 250 sampai 300 km per jam.

Jepang merupakan negara kepulauan yang dilalui dua arus laut, yaitu Kurosyiwo dan Oyasyiwo. Arus tersebut menjadikan perairan di laut Jepang lebih panas di musim dingin sehingga menjadi menjadi habitat ikan yang besar. Perairan teritorial Jepang dan zona ekonomi eksklusifnya adalah yang terbesar ke-6 di dunia, meliputi sekitar 4,5 juta kilometer persegi. Pasar ikan merupakan salah satu pasar grosir ikan terbesar di dunia, terutama untuk ikan beku, olahan, dan segar. Jepang memiliki lebih dari dua ribu pelabuhan perikanan termasuk Otaru, Nagasaki, Kushiro, dan Abashiri.

Selain perikanan, sumber daya alam utama lainnya ialah bidang pertanian. Pertanian dan perikanan adalah sektor utama ekonomi Jepang. Namun, hanya 20% dari total luas lahan yang cocok untuk budi daya dan sektor pertanian bersubsidi tinggi. Ada kekurangan besar lahan pertanian di Jepang. Oleh karena itu, lahan yang tersedia dibudidayakan secara intensif. Sebagian besar sawah terdapat di pedesaan, terutama di dataran aluvial, lahan basah, dan lereng bertingkat.

Masalah Sosial dan Ekonomi

Demografi merupakan satu masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi pemerintah Jepang. Sejak tahun 1970-an, angka kelahiran di Jepang menurun. Penurunan angka kelahiran tersebut berdampak terhadap penurunan kaum muda dalam memasuki angkatan kerja yang berakibat pada penurunan potensi produktivitas negara. Minimnya generasi muda, ditambah dengan rentang hidup yang sangat panjang, menciptakan rasio ketergantungan yang sangat tidak menguntungkan (Kelly, 2021). Namun, Jepang merupakan negara maju dalam bidang industri, pertanian, perikanan, dan teknologi. Hal ini tidak lepas
dari lima etos kerja dalam masyarakat Jepang, yaitu kaizen (pengembangan dan perbaikan yang terus–menerus), bushido (prinsip-prinsip dan etos kerja ala seorang kesatria), meishi kokan (bertukar kartu nama), keishan (prinsip ini menekankan pentingnya perubahan dan peningkatan yang konsisten dalam bekerja), dan ganbatte (‘tetap semangat’ atau ‘lakukan yang terbaik’).

Ada berbagai jenis kerja sama antara Indonesia dengan Jepang, yaitu sebagai berikut

a. Perdagangan dan Ekonomi

Jepang merupakan salah satu negara mitra dagang terbesar Indonesia. Kegiatan ekspor dan impor kedua negara terus meningkat hingga bernilai lebih US$23,6 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Jepang adalah US$6,5 miliar (tahun 2007). Komoditas ekspor Indonesia yang penting antara lain minyak, gas alam cair, batubara, udang, pulp, tekstil dan produk tekstil, mesin, perlengkapan listrik, dan lain-lain. Adapun barang barang yang diekspor Jepang ke Indonesia meliputi mesin-mesin dan suku cadang mobil, produk plastik dan kimia, baja, perlengkapan listrik, suku cadang elektronik, dan mesin alat transportasi.

Kerja sama dalam bidang ekonomi lainnya dilakukan dalam bentuk bantuan pembangunan pemerintah. Bantuan tersebut ditunjukkan terhadap negara-negara berkembang, seperti bantuan dana dan teknik yang dibutuhkan untuk pembangunan sosial ekonomi. Demikian pula halnya dukungan untuk membantu para korban bencana dan lain-lain.

b) Investasi

Jumlah investasi Jepang di Indonesia dari tahun 1967 sampai 2007 menduduki tempat tertinggi, yaitu mencapai 11,5%. Jepang telah mengoperasikan kurang lebih 1.000 perusahaan di Indonesia. Perusahaanperusahaan tersebut mempekerjakan lebih dari 32 ribu pekerja Indonesia yang menjadikan Jepang sebagai salah satu negara penyedia lapangan kerja terbanyak di Indonesia (Sumber: Kedubes Jepang)

c. Energi

Kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam bidang energi berupa peningkatan ketersediaan listrik di Indonesia, peningkatan kapasitas listrik Jawa-Bali, dan bantuan pembangunan kelistrikan dalam rangka menjawab perubahan iklim

d) Transportasi

Kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam bidang transportasi berupa perbaikan kondisi jaringan distribusi di Indonesia dan permasalahannya, bantuan dalam mengatasi kemacetan lalu lintas Jakarta dan pembenahan distribusi barang, pembenahan jaringan transportasi antar kota besar, pengembangan rel kereta api menjadi kereta api ganda, dan pembangunan proyek kereta bawah tanah (MRT).

e) Pertanian

Dalam bidang pertanian, Jepang memberikan bantuan sistem irigasi, pembenahan fondasi produksi pertanian, teknik produksi pertanian, strategi pertanian, serta penelitian dan pengembangan.

f) Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, kerja sama dilakukan dengan pertukaran mahasiswa Jepang-Indonesia, pemberian beasiswa, dan program magang kerja bagi siswa atau mahasiswa Indonesia

Sumber: https://www.youtube.com/@metrotvnews RI-Jepang Sepakati 4 Poin Kerja Sama Bilateral

Baca juga: Pembangunan Berpusat pada Manusia (LKPD Geografi XII)

2) Kerja Sama Bilateral Indonesia-Tiongkok

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merupakan negara daratan terluas ketiga setelah Kanada dan Rusia yang sangat berpengaruh secara internasional. Negeri Tirai Bambu itu memiliki luas wilayah 9.596.960 km2 yang terbagi atas 9.326.410 km2 daratan dan 270.550 km2 perairan (The World Factbook, 2018).

Secara astronomis, RRT terletak di antara 18° LU – 54° LU dan 73° BT – 135° BT. Secara geografi, RRT berbatasan dengan Mongolia di bagian utara; India, Bhutan, dan Nepal di bagian selatan; serta berbatasan dengan Vietnam, Laos, dan Myanmar di bagian tenggara. Wilayah barat Tiongkok berupa tanah gurun, sedangkan wilayah timur berupa bebatuan, dataran, dan delta.

RRT membentang dari bagian timur Asia ke tepi barat Samudra Pasifik, dan lempeng tektoniknya terletak di margin tenggara lempeng Eurasia, di mana lempeng tersebut bertemu dengan lempeng pasifik dan lempeng Gandise-India. Tiongkok bervariasi dalam lingkungan geologi, proses sejarah geologi yang berbeda, dan geologi regional dengan karakteristik yang unik. Secara keseluruhan, lapisan telah berkembang sepenuhnya dengan berbagai jenis sedimentasi, dan tektoniknya rumit karena sabuk aktif dan zona stabil hidup berdampingan. Tiongkok tidak hanya salah satu wilayah fitur geologis yang signifikan, tetapi juga di antara wilayah untuk studi dalam hal tektonik, terutama evolusi tektonik kerak selama Mesozoikum dan Kenozoikum. Kegiatan geologi dan tektonik yang beragam tidak hanya memberikan kondisi yang menguntungkan untuk mineralisasi, tetapi juga membentuk topografi yang spektakuler.

Iklim Tiongkok

Negara yang memiliki batas tembok besar (great wall) ini memiliki iklim yang didominasi oleh musim kemarau dan musim hujan yang basah. Pada musim dingin, berhembus angin utara yang datang dari daerah lintang tinggi yang dingin dan kering. Sementara pada musim panas, angin selatan datang dari daerah laut di lintang yang lebih rendah bersuhu hangat dan lembab (Fmprc, 2019). Suhu wajar di seluruh Tiongkok berkisar 10 sampai 22 °C (50−72 °F) dan jumlah hujan yang terbatas (Weather & Climate, 2022).

iongkok adalah produsen beras terbesar di dunia dan merupakan salah satu sumber utama gandum, jagung, tembakau, kedelai, kacang tanah, dan kapas. Negara ini adalah salah satu produsen terbesar di dunia dari sejumlah produk industri dan mineral termasuk kain katun, tungsten, dan antimon, serta produsen penting benang kapas, batu bara, minyak mentah, dan sejumlah produk lainnya. Sumber daya mineralnya mungkin termasuk yang terkaya di dunia tetapi hanya dikembangkan sebagian.

Pada tahun 2022, penduduk Tiongkok diperkirakan lebih dari 1,4 miliar jiwa, tepatnya 1.451.432.510 jiwa. Jumlah tersebut meningkat 0,52% (7.450.945 jiwa) dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun sebelumnya sebanyak 1.443.981.565 jiwa (Countrymeters, 2022). Pada tahun 2021 peningkatan penduduk alaminya positif, karena jumlah kelahiran melebihi jumlah kematian sebesar 7.840.820. Rasio jenis kelamin dari total penduduk adalah 1.080 (1.080 laki-laki per 1.000 perempuan) yang lebih tinggi dari rasio jenis kelamin global. Rasio jenis kelamin global di dunia adalah sekitar 1.016 laki-laki untuk 1.000 perempuan pada tahun 2021.

Penduduk dan Kerja sama dengan Indonesia

Tiongkok memanfaatkan keunggulan penduduknya sebagai sumber daya manusia yang unggul dan berusaha untuk menjadi pemimpin teknologi global dengan . Pemerintah menggunakan kebijakan yang dipimpin negara seperti Made in China 2025 atau Generasi Baru Rencana Pengembangan Kecerdasan Buatan. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kandungan domestik komponen inti dan bahan dalam manufaktur berteknologi tinggi hingga 70 persen pada tahun 2025 (CEIP, 2019).Persaingan teknologi yang berkelanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok membuat Negeri Tirai Bambu menambah urgensi untuk meningkatkan swasembada di berbagai sektor. Salah satunya adalah semikonduktor, yang sangat penting untuk segala hal mulai dari mobil hingga ponsel (CNN, 2021).

Kerja sama Indonesia dengan RRT telah lama berlangsung dan ada potensi semakin meningkat. Sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) tahun 2015, ada sekitar delapan bidang kerja sama antara kedua negara, yaitu sebagai berikut

  1. Kerja Sama Bidang Ekonomi Indonesia dan Tiongkok berkomitmen untuk saling memajukan perekonomian antara kedua negara. Pengusaha asal Tiongkok dapat berinvestasi di sektor infrastruktur di Indonesia dan meningkatkan produksi ekspor ke Tiongkok.
  2. Kerja Sama Bidang Transportasi Pemerintah RRT memberi bantuan untuk pembangunan kereta cepat Jakarta−Bandung.
  3. Kerja Sama Bidang Maritim dan SAR Pemerintah Tiongkok bersama-sama membantu tugas SAR dan Basarnas Indonesia dalam penanggulangan bencana alam.
  4. Kerja Sama dalam Pencegahan Pengenaan Pajak Ganda Indonesia dan RRT bersepakat untuk menghindari pajak ganda antara kedua negara.
  5. Kerja Sama Bidang Antariksa 2015−2020 Indonesia dan RRT telah membuat kesepakatan kerja sama pengembangan roket menuju antariksa melalui LAPAN dan Lembaga Antariksa RRT.
  6. Kerja Sama BUMN dan Bank Pembangunan Tiongkok Pemerintah Indonesia dan RRT juga telah menyepakati kerja sama pada tingkat badan usaha negara.
  7. Kerja Sama Bidang Industri dan Infrastruktur Kerja sama ini dengan dilakukan dengan mengadakan pembangunan infrastruktur antara Kementerian BUMN dengan Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi RRT. Ada kesepahaman untuk melakukan kerja sama dengan Tiongkok dalam program Belt and Road Initiative (BRI).

Rincian Aktivitas Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan dan saksikan dengan baik penjelasan tentang RI-Jepang Sepakati 4 Poin Kerja Sama Bilateral yang terkandung pada video diatas !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang
    • Sistem transportasi Jepang
    • Kerja Sama Bilateral Indonesia-Tiongkok
    • Delapan bidang kerja sama antara Indonesia dan tiongkok
  4. Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
    • 4 (empat) poin kerja sama bilateral Indonesia dengan Jepang

Pertanyaan

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kerja sama bilateral?
  2. Jelaskan secara ringkas Sistem transportasi Jepang?
  3. Sebutkan 3 (tiga) contoh hasil kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Tiongkok?
  4. Analisis Keterkaitan Keruangan dan Ekonomi (Tingkat Kognitif: C4 – Menganalisis)
    Indonesia dan Jepang memiliki karakteristik geografis dan demografis yang saling bertolak belakang. Jepang merupakan negara maju yang unggul dalam penguasaan teknologi tingkat tinggi dan modal, namun minim sumber daya alam. Sebaliknya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan sedang mengalami bonus demografi.
    Pertanyaan: Analisislah bagaimana perbedaan karakteristik keruangan dan demografi kedua negara ini menciptakan pola kerja sama yang saling melengkapi (komplementer)! Dalam analisis Anda, uraikan juga potensi risiko ketergantungan ekonomi yang mungkin dialami Indonesia di masa depan akibat pola kerja sama tersebut beserta contoh konkretnya!
  5. Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
    • Sebutkan nama Perdana menteri Jepang?
    • Sebutkan 4 (empat) poin kerja sama bilateral Indonesia dengan Jepang
    • Buat kesimpulan apa saja yang dipaparkan oleh Bapak Presiden Indonesia di hadapan Perdana Menteri Jepang
    • Sebutkan apa janji Perdana Menteri Jepang terhadapa Presiden Republik Indonesia dalam bidang ekonomi, kesehatan dan pertahanan?

Tugas di Rumah

  • Bacalah wacana berikut dengan saksama!
    • Tiongkok saat ini merupakan salah satu mitra dagang dan investor terbesar bagi Indonesia. Hubungan bilateral kedua negara terus menguat, terutama di sektor ekonomi dan infrastruktur. Salah satu bentuk nyata kerja sama ini adalah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dan investasi masif pada sektor hilirisasi nikel (pembangunan smelter) di berbagai wilayah Indonesia timur. Kerja sama ini dinilai pemerintah sangat strategis karena terbukti mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta membuka peluang transfer teknologi.
    • Namun, di balik keuntungan ekonomi yang signifikan tersebut, hubungan bilateral ini juga memunculkan berbagai diskursus dan tantangan. Beberapa isu yang sering disoroti oleh publik dan pengamat antara lain adalah pembengkakan biaya proyek (cost overrun) yang berujung pada beban utang, ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan, kekhawatiran terkait masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) non-keterampilan, serta adanya bayang-bayang ketegangan geopolitik dan klaim tumpang tindih di perairan Laut Natuna Utara.
  • Pertanyaan:
    1. Berdasarkan wacana di atas, analisislah posisi tawar (bargaining position) Indonesia dalam hubungan kerja sama bilateral dengan Tiongkok! Mengapa Indonesia dinilai memiliki posisi yang dilematis di satu sisi, namun juga sangat strategis di sisi lain?
    2. Evaluasilah efektivitas penerapan prinsip politik luar negeri “Bebas Aktif” oleh pemerintah Indonesia dalam merespons dominasi ekonomi Tiongkok dan ketegangan di Laut Natuna Utara! Apakah kebijakan saat ini sudah cukup untuk menjaga kedaulatan negara? Berikan argumentasi Anda!
    3. Sebagai seorang analis kebijakan publik, rumuskan 3 (tiga) strategi atau rekomendasi kebijakan konkret yang harus diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Strategi ini harus bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan ekonomi dari investasi Tiongkok, namun secara bersamaan meminimalisasi risiko utang, kerusakan lingkungan, dan ancaman terhadap kedaulatan nasional!

Quiz

    Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang dan Tiongkok

    Mata Pelajaran Geografi SMA/MA Kelas XII

    1 / 10

    Bencana alam sering menjadi titik masuk kerja sama bilateral. Jepang dan Indonesia sama-sama berada di kawasan 'Ring of Fire'. Bagaimana kerja sama dalam mitigasi bencana dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor pendidikan?

    2 / 10

    Dalam perdagangan bilateral Indonesia-Tiongkok, Indonesia sering mengalami defisit neraca perdagangan. Apa strategi geografis yang paling efektif untuk menyeimbangkan neraca tersebut tanpa mengurangi volume perdagangan?

    3 / 10

    Kerja sama bilateral seringkali dipengaruhi oleh sentimen sejarah. Dalam hubungan Indonesia-Jepang, bagaimana transformasi citra Jepang dari penjajah di masa lalu menjadi mitra pembangunan utama di masa kini dapat dijelaskan secara sosiogeografis?

    4 / 10

    Tiongkok menjadi eksportir utama produk elektronik murah ke Indonesia. Jika Indonesia ingin meningkatkan posisi tawar dalam kerja sama bilateral ini menurut konsep 'Global Value Chain', langkah apa yang paling tepat dilakukan?

    5 / 10

    Jepang merupakan negara dengan populasi yang menua (aging population), sementara Indonesia memiliki bonus demografi. Potensi kerja sama bilateral apa yang paling relevan untuk dioptimalkan berdasarkan perbedaan struktur kependudukan ini?

    6 / 10

    Ditinjau dari dinamika Laut Tiongkok Selatan, Indonesia memiliki kepentingan strategis di Laut Natuna Utara. Bagaimana Indonesia harus mengelola kerja sama ekonomi bilateral dengan Tiongkok agar tidak melemahkan posisi kedaulatan wilayah tersebut?

    7 / 10

    Dalam beberapa tahun terakhir, investasi Tiongkok di sektor hilirisasi nikel di Indonesia meningkat pesat. Namun, investasi Jepang cenderung lebih banyak pada sektor otomotif dan manufaktur presisi. Analisislah dampak perbedaan pola investasi ini terhadap struktur tenaga kerja di Indonesia!

    8 / 10

    Perhatikan fenomena 'Belt and Road Initiative' (BRI) dari Tiongkok. Bagaimana posisi geografis Indonesia di antara Jalur Sutra Maritim dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama bilateral tanpa mengorbankan kepentingan politik luar negeri yang bebas aktif?

    9 / 10

    Indonesia bekerja sama dengan Tiongkok dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Dari sudut pandang geografi ekonomi, apa risiko utama yang harus diantisipasi Indonesia terkait dominasi teknologi dan pendanaan dari satu negara (Tiongkok) dalam proyek strategis nasional tersebut?

    10 / 10

    Jepang telah lama menjadi mitra utama Indonesia melalui IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement). Jika dilihat dari perspektif ketahanan energi nasional, mengapa kerja sama investasi Jepang dalam pembangunan infrastruktur energi terbarukan di Indonesia dianggap lebih strategis dibandingkan sekadar perdagangan komoditas mentah?

    Your score is

    The average score is 0%

    0%

    Recommended For You

    About the Author: SudutEdukasi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *