Skip to content
Sudut Edukasi
Menu
  • Humaniora
    • Dikbud
    • Analisis
    • Materi Umum
    • Referensi
    • Opini/Artikel
  • Sekolah
    • Supervisi
    • Peraturan
    • Kurikulum
    • Evaluasi
    • Guru
    • Siswa
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
    • IPS 7
    • IPS 8
    • IPS 9
    • LKPD IPS VII
    • LKPD IPS VIII
    • LKPD IPS IX
    • LKPD Geografi X
    • LKPD Geografi XI
    • LKPD Geografi XII
  • PBM
    • English
    • Bahasa Indonesia
    • Strategi Mengajar
    • Teknologi Pembelajaran
    • Manajemen Kelas
  • SMPN 3 Sinjai
    • Aktivitas Kepala Sekolah
    • Aktivitas Guru
    • Pengelolaan Kinerja Guru
    • Aktivitas Sekolah
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Menu

Bahasa Daerah Rawan Ditinggalkan Generasi Muda

Posted on February 22, 2022December 16, 2022 by SudutEdukasi

Saat ini banyak anak muda tidak lagi bisa berbahasa daerah. Akan tetapi, upaya untuk melestarikan bahasa daerah masih bisa dilakukan, antara lain melalui musik dan media sosial.

Daftar Isi

Toggle
  • Faktor Rawan
  • Usaha Pelestarian
  • Tantangan

Penutur bahasa daerah dinilai semakin sulit dijumpai, khususnya anak muda yang tinggal di kota. Berbagai upaya mengarusutamakan kembali bahasa daerah pun dilakukan, antara lain melalui pendidikan di sekolah hingga festival bahasa.

Faktor Rawan

Tidak banyak masyarakat yang berbahasa daerah di kehidupan sehari-hari. Anak muda pun demikian. Selain asing dengan bahasa daerah, anak-anak muda missal di Sulsel, cukup asing dengan aksara asli di sana, yakni aksara Lontaraq.

Adapun Lontaraq merupakan aksara bagi empat etnis di Sulsel, yakni Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja. Lontaraq merupakan dasar mengenal empat bahasa daerah tersebut. Pelestarian aksara dan bahasa daerah pun sama-sama penting. Ada kekhawatiran bahwa anak-anak muda, baik generasi Z atau milenial, tidak akan mengenal lagi bahasa dan aksaranya. Sekarang sedikit sekali menemui orang yang berbahasa Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.

Sebagian anak muda di Sulsel tidak paham akar budayanya, termasuk bahasa daerah. Padahal, mengenal akar budaya sama dengan mengenal jati diri. Ini modal penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Usaha Pelestarian

Berbagai cara dilakukan untuk memotivasi anak muda untuk memperhatikan kembali budaya daerahnya diantaranya penyelenggaraan Festival Aksara Lontaraq. Festival ini digelar pertama kali pada 2020 hingga 2021 secara hibrida. Pelaksanaannya melibatkan pegiat bahasa daerah, budayawan, akademisi, hingga lembaga pemerintah daerah. Festival ini menjadi media pengenalan aksara Lontaraq dan bahasa daerah bagi siswa sekolah dan mahasiswa. Sejumlah lomba digelar selama festival, misalnya pidato bahasa daerah untuk siswa SMA. Namun tidak ada peserta yang mengikuti lomba ini. Ini salah satu indikator bahwa bahasa daerah mulai ditinggalkan.

Gambar. kompas.id

Tantangan

Pelestarian bahasa daerah menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, hilangnya sikap positif publik terhadap bahasa daerah, misalnya anggapan bahwa bahasa daerah tidak bergengsi.
Kedua, migrasi generasi muda ke kota. Adapun bahasa daerah jarang digunakan di kota sehingga penutur bahasa daerah perlahan hilang. Tantangan ketiga adalah adanya kawin campur antara dua penutur bahasa daerah yang berbeda.

Bisa ada ‘konflik’ ingin membesarkan anak dalam bahasa ayah atau ibu. Jika tidak ada kompromi, solusinya adalah menggunakan bahasa ketiga, yaitu bahasa Indonesia. Satu generasi penutur bahasa daerah pun hilang.

Tantangan lain pelestarian bahasa adalah adanya bencana alam atau perang yang menewaskan penutur bahasa daerah. Selain itu, pengembangan teknologi pun mendorong orang belajar bahasa yang sering digunakan seperti bahasa Inggris. Penggunaan bahasa daerah pun kian minim.

Ada Program revitalisasi bahasa daerah di tiga provinsi, yaitu Sulsel, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Bahasa daerah diajarkan di sekolah. Materinya disesuaikan dengan selera anak-anak. program ini melibatkan komunitas, pegiat bahasa daerah, dan profesional. Program serupa juga akan berlangsung di 2022. Cakupan wilayah akan diperluas menjadi 12 provinsi. Antara lain Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Bali.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERBARU

  • Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan: Geografi XI
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XI
    October 13, 2026
  • Laporan Evaluasi, Refleksi, Dan Tindak Lanjut Hasil Supervisi Akademik
    By SudutEdukasi
    Evaluasi
    October 12, 2026
  • Aspek-Aspek Geografi dan Fenomena Keruangan: LKPD Geografi X
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi X
    October 8, 2026
  • Review, Finalisasi, dan Integrasi Visi, Misi, dan Tujuan Dalam Perencanaan Satuan Pendidikan
    By SudutEdukasi
    Aktivitas Sekolah, Analisis
    October 8, 2026
  • Tata Ruang dan Dinamikanya dalam Pembangunan Wilayah: LKPD Geografi SMA XII
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XII
    October 7, 2026
  • Pengelolaan Pembelajaran Mendalam (PM) Fokus Lingkungan Belajar dan Pemanfaatan Digital (2)
    By SudutEdukasi
    Kurikulum
    October 6, 2026
  • Analisis Letak Indonesia Secara Geologis: Geografi SMA XI
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XI
    October 4, 2026

POPULER

Categories

  • Aktivitas Guru
  • Aktivitas Kepala Sekolah
  • Aktivitas Sekolah
  • Analisis
  • Bahasa Indonesia
  • Dikbud
  • English
  • Evaluasi
  • Guru
  • IPS 7
  • IPS 9
  • Kepala Sekolah
  • Kurikulum
  • LKPD Geografi X
  • LKPD Geografi XI
  • LKPD Geografi XII
  • LKPD IPS IX
  • LKPD IPS VII
  • LKPD IPS VIII
  • Manajemen Kelas
  • Materi Umum
  • Opini/Artikel
  • Pengelolaan Kinerja Guru
  • Peraturan
  • Referensi
  • Siswa
  • Strategi Mengajar
  • Supervisi
  • Teknologi Pembelajaran
Sudut Edukasi (sudutedukasi.com) adalah situs web (blog) independen di bidang pendidikan yang menyajikan beragam modul pembelajaran, analisis pedagogis, serta dokumentasi aktivitas sekolah.
Statistik Pengunjung
  • Today's visitors: 38
  • Today's page views: : 39
  • Total visitors : 154,099
  • Total page views: 170,506
©2026 Sudut Edukasi | Design: Newspaperly WordPress Theme