Skip to content
Sudut Edukasi
Menu
  • Humaniora
    • Dikbud
    • Analisis
    • Materi Umum
    • Referensi
    • Opini/Artikel
  • Sekolah
    • Supervisi
    • Peraturan
    • Kurikulum
    • Evaluasi
    • Guru
    • Siswa
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
    • IPS 7
    • IPS 8
    • IPS 9
    • LKPD IPS VII
    • LKPD IPS VIII
    • LKPD IPS IX
    • LKPD Geografi X
    • LKPD Geografi XI
    • LKPD Geografi XII
  • PBM
    • English
    • Bahasa Indonesia
    • Strategi Mengajar
    • Teknologi Pembelajaran
    • Manajemen Kelas
  • SMPN 3 Sinjai
    • Aktivitas Kepala Sekolah
    • Aktivitas Guru
    • Pengelolaan Kinerja Guru
    • Aktivitas Sekolah
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Menu

Literasi Finansial (LKPD IPS IX)

Posted on January 4, 2025January 18, 2025 by SudutEdukasi

Literasi Finansial. Apa yang kamu ketahui tentang literasi? Apa yang dimaksud dengan literasi finansial? Literasi sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis saja, namun mencakup juga kemampuan dalam memahami berbagai aspek kehidupan. Seseorang yang memiliki kemampuan literasi adalah seseorang yang dapat mengolah dengan baik berbagai jenis informasi saat menjalani kehidupannya sehari-hari. Oleh karenanya, kemampuan literasi sangat penting dikembangkan untuk dapat mendorong kecakapan hidup.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa itu Literasi Finansial?
  • Mengapa Literasi Finansial itu Penting?
  • Apa Saja Cakupan Kemampuan dari Literasi Finansial?
    • Memiliki Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi dan Beragam Praktiknya
    • Mengenali Pemasukan (Earning)
    • Mengelola Pengeluaran (Spending)
    • Merancang Tabungan (saving)
    • Merancang Alokasi Berbagi (Sharing)
    • Mengenali Praktik Tidak Baik dan Kejahatan Finansial.
  • Rincian Kegiatan Pembelajaran
  • Pertanyaan
  • Quiz

Apa itu Literasi Finansial?

Sesuai dengan namanya, adalah kemampuan dalam memahami dan menerapkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya terdapat pandangan umum yang keliru di masyarakat yang memandang jika kemampuan mengelola keuangan hanya diperlukan oleh orang kaya atau orang yang memiliki uang yang banyak. Padahal, literasi keuangan diperlukan oleh siapa saja, terlebih bagi orang yang memiliki keterbatasan penghasilan untuk dapat mengatur pengelolaan keuangannya menjadi efektif dan efisien.

Mengapa Literasi Finansial itu Penting?

Bayangkan jika ada seseorang yang tidak mengetahui dengan pasti jumlah penghasilan dan pengeluaran selama hidupnya. Sementara ia senang berbelanja, namun tidak pernah mempertimbangkan anggaran keuangan yang dimilikinya. Ia juga tidak pernah belajar atau mengetahui tentangperkembangan sistem ekonomi digital saat ini. Kira-kira apakah orang tersebut dapat mengelola uang yang dimilikinya dengan baik?

Literasi finansial diperlukan untuk memastikan seseorang agar dapat menggunakan uang serta kekayaan yang dimilikinya dengan tepat dan bijak. Terlebih, di tengah perkembangan industri yang semakin pesat, ketiadaan literasi finansial bisa menjebak seseorang ke dalam gaya hidup konsumtif. Gemar berbelanja, namun tidak mengupayakan kepastian kesejahteraan dalam jangka panjang.

Ironisnya, saat ini kemampuan literasi finansial masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia pada tahun 2015, tingkat literasi finansial di Indonesia berada jauh di bawah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut mengakibatkan rentannya perekonomian negara seperti terjadinya inflasi karena terlalu banyak uang yang beredar untuk kegiatan konsumsi dibandingkan menyimpannya dalam bentuk tabungan atau investasi. Di sisi lain, rendahnya kemampuan literasi juga mengakibatkan rendahnya tingkat partisipasi dalam sistem keuangan formal seperti pemanfaatan jasa perbankan dan tingginya potensi kerugian seperti risiko penggunaan jasa keuangan ilegal yang berujung pada permasalahan keuangan

Baca juga : Bentuk Lembaga Keuangan di Masyarakat (LKPD)

Sumber: Literasi Finansial + LKPD : Mengungkap Kunci Sukses Finansial sebagai Modal Kesejahteraan Masa Depan https://www.youtube.com/@kopitiga

Apa Saja Cakupan Kemampuan dari Literasi Finansial?

Jadi seperti apa perwujudan dari literasi finansial? Apa contoh tindakan yang bisa kita lakukan untuk menerapkan literasi finansial? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa melihat arahan pemerintah dalam program Gerakan Literasi Nasional di bidang literasi finansial. Berdasarkan arahan tersebut, kalian sebagai pelajar dapat mempelajari dan mengembangkan kemampuan literasi finansial dalam enam cakupan berikut: 1. Memiliki pemahaman tentang transaksi ekonomi dan beragam jenis praktiknya, 2. Mengenali pemasukan (earning), 3. Mengelola pengeluaran (spending), 4. Merancang tabungan (saving), 5. Merancang alokasi berbagi (sharing), dan 6. Mengenali praktik tidak baik dan kejahatan finansial. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu.

Memiliki Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi dan Beragam Praktiknya

Seseorang yang memiliki kemampuan literasi finansial setidaknya dapat memahami dengan baik informasi mengenai pengetahuan dasar dalam melakukan kegiatan ekonomi seperti yang telah kita pelajari di kelas sebelumnya hingga di tema ini. Hal-hal tersebut seperti memahami kegiatan pokok ekonomi (produksi-distribusi-konsumsi), jenis-jenis kebutuhan (primer-sekunder-tersier), sistem perdagangan, peran uang dan lembaga keuangan, sistem dan alat pembayaran modern, hingga dampak perkembangan teknologi terhadap transaksi perdagangan. Pengetahuan umum ini dapat menjadi bekal utama seseorang untuk mengembangkan kemampuannya dalam literasi finansial.

Mengenali Pemasukan (Earning)

Pemasukan atau penghasilan adalah sejumlah uang yang didapatkan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kita dapat mengenali dari mana saja penghasilan yang didapatkan dan berapa rincian jumlahnya. Bagi orang yang sudah bekerja, penghasilan dapat dilihat secara kotor dan bersih. Penghasilan kotor adalah penghasilan yang belum dipotong oleh berbagai keperluan seperti pajak, asuransi, cicilan pinjaman, dan sebagainya. Sementara penghasilan bersih adalah penghasilan yang diterima setelah dikurangi potongan-potongan tersebut. Kalian sebagai pelajar sekolah atau orang yang belum resmi bekerja juga perlu memahami tentang hal ini. Penghasilan yang didapatkan dari orang tua atau kerja sambilan perlu dikenali jumlah persisnya agar kita dapat mengelolanya lebih lanjut.

Mengelola Pengeluaran (Spending)

Setelah mengetahui rincian dan jumlah pasti penghasilan, maka kemampuan yang diperlukan selanjutnya adalah mengelola pengeluaran dengan cara membuat anggaran belanja. Meski sudah sering kita dengar, nyatanya hanya sedikit orang yang secara konsisten dapat mempraktikkan kemampuan ini. Padahal membuat anggaran belanja merupakan hal penting untuk memastikan agar kita bisa berbelanja dan menghabiskan uang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Anggaran belanja digunakan untuk merencanakan berbagai pengeluaran jangka pendek dan jangka panjang. Pengeluaran jangka pendek adalah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dalam satu atau beberapa hari, seperti membayar ongkos kendaraan umum atau membeli makan siang.

Sementara pengeluaran jangka panjang adalah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu lama, seperti membayar iuran atau membeli tas sekolah, sepeda, meja belajar, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, kita memerlukan perhitungan berdasarkan skala prioritas, yakni memetakan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Pemenuhan kebutuhan primer menjadi prioritas sebelum kebutuhan yang lainnya. Yang perlu kalian ketahui, mengelola pengeluaran tidak selamanya harus berkaitan dengan kegiatan membayar atau membeli sesuatu, tetapi juga termasuk menabung, melakukan investasi, atau memberikan sedekah.

Merancang Tabungan (saving)

Sisa dari selisih antara pemasukan dan pengeluaran kebutuhan primer dapat kita alokasikan untuk keperluan lain seperti tabungan, asuransi, dan investasi. Pilihan untuk menabung daripada membeli sesuatu yang tidak begitu diperlukan adalah hal yang sangat dianjurkan dalam literasi finansial, karena menabung akan memberikan manfaat yang lebih banyak. Menabung juga mengasah kemampuan kita untuk bersabar. Jika tabungan sudah terkumpul, seseorang akan memiliki kemampuan yang cukup untuk membeli sesuatu yang diidamkan secara langsung tanpa harus mencicilnya dengan bunga. Di samping menabung, terdapat juga pilihan untuk melakukan investasi dengan cara menyimpan dana atau modal untuk menghasilkan keuntungan. Penyimpanan dana bisa dilakukan dengan mengonversi uang menjadi benda yang memiliki nilai yang terus meningkat seperti emas atau tanah. Sementara menyimpan modal bisa dilakukan dengan cara membeli saham, membuat deposito, atau mendanai langsung sebuah usaha

Merancang Alokasi Berbagi (Sharing)

Mengalokasikan uang untuk berbagi bisa menjadi pilihan dalam mengelola pengeluaran. Dana berbagi yang wajib menurut hukum adalah dengan membayar pajak negara. Misalnya saat kita berbelanja makanan di restoran,maka kita akan dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Uang pajak tersebut akan digunakan negara untuk membiayai keperluan negara dalam melayani masyarakat. Di samping pajak, kegiatan berbagi lainnya tidak diikat oleh hukum, namun biasanya terkait dengan tradisi masyarakat atau ajaran agama. Bentuknya adalah seperti pemberian uang atau dana bantuan dalam berbagai bentuk yang bersifat wajib atau sukarela, seperti zakat (wajib) dan sedekah (sukarela) dalam ajaran agama Islam

Mengenali Praktik Tidak Baik dan Kejahatan Finansial.

Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya terkait dengan kemampuan literasi finansial adalah mengenali praktik penyalahgunaan keuangan seperti modus atau cara yang sering dilakukan dalam tindakan penipuan atau korupsi. Pemahaman mengenai hal ini penting agar dapat menghindarkan kita untuk menjadi korban atau pelaku dari tindakan penyalahgunaan keuangan yang dapat merugikan orang lain

Rincian Kegiatan Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan video tentang Literasi Finansial
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Pengertian Literasi Finansial
    • Pentingnya Literasi Finansial
    • Cakupan Kemampuan dari Literasi Finansial
  4. Amati kembali isi video dengan seksama siapkan catatan kemudian amati hal-hal sebagai berikut
    • Ruang lingkup literasi finansial
    • Kemampuan-kemanpuan kunci dalam literasi digital yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan finansial dalam kehidupan sehari hari
    • Tujuan literasi finansial
    • Pentingnya literasi finansial
    • Tujuan pemahaman literasi finansial yang kuat
    • Cakupan literasi finansial

Pertanyaan

  1. Sebutkan pengertian Literasi Finansial?
  2. Sebutkan tujuan literasi finansial
  3. Berikan alasan mengapa literasi digital penting!
  4. Sebutkan cakupan Kemampuan dari Literasi Finansial?
  5. Sebutkan kemampuan-kemanpuan kunci dalam literasi digital yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan finansial dalam kehidupan sehari hari?

Quiz

Literasi Finansial (LKPD IPS IX)

1 / 10

Apa yang dimaksud dengan penggelapan?

2 / 10

Apa tujuan utama dari pencucian uang?

3 / 10

Transaksi ekonomi yang dilakukan secara online disebut:

4 / 10

Salah satu contoh transaksi ekonomi yang terjadi di pasar saham adalah:

5 / 10

Apa yang dimaksud dengan transaksi ekonomi?

6 / 10

Salah satu aspek penting dari literasi finansial adalah memahami istilah keuangan. Manakah dari istilah berikut yang berarti perbedaan antara pendapatan dan pengeluaran?

7 / 10

Literasi finansial yang baik dapat membantu seseorang dalam:

8 / 10

Salah satu manfaat literasi finansial adalah:

9 / 10

Mengapa literasi finansial penting bagi individu?

10 / 10

Apa yang dimaksud dengan literasi finansial?

Your score is

The average score is 76%

0%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERBARU

  • Perencanaan Supervisi Akademik UPTD SMP Negeri 3 Sinjai
    By SudutEdukasi
    Supervisi
    September 19, 2026
  • Letak Geografis Indonesia dan Implikasinya: LKPD Geografi Kelas XI
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XI
    August 27, 2026
  • Integrasi Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Kecerdasan Artifisial dalam Kepemimpinan Pendidikan
    By SudutEdukasi
    Analisis, Kepala Sekolah, Teknologi Pembelajaran
    August 21, 2026
  • Pendekatan Geografi Untuk SMA Kelas X
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi X
    August 19, 2026
  • Tiga Pertanyaan untuk Membuka Potensi Kepemimpinan Guru
    By SudutEdukasi
    Aktivitas Guru, Guru
    August 18, 2026
  • Dinamika Pengembangan Wilayah di Indonesia Geografi XII
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XII
    August 15, 2026
  • Tiga Cara Pandang Terhadap Refleksi
    By SudutEdukasi
    Dikbud
    August 14, 2026

POPULER

Categories

  • Aktivitas Guru
  • Aktivitas Kepala Sekolah
  • Aktivitas Sekolah
  • Analisis
  • Bahasa Indonesia
  • Dikbud
  • English
  • Evaluasi
  • Guru
  • IPS 7
  • IPS 9
  • Kepala Sekolah
  • Kurikulum
  • LKPD Geografi X
  • LKPD Geografi XI
  • LKPD Geografi XII
  • LKPD IPS IX
  • LKPD IPS VII
  • LKPD IPS VIII
  • Manajemen Kelas
  • Materi Umum
  • Opini/Artikel
  • Pengelolaan Kinerja Guru
  • Peraturan
  • Referensi
  • Siswa
  • Strategi Mengajar
  • Supervisi
  • Teknologi Pembelajaran
Sudut Edukasi (sudutedukasi.com) adalah situs web (blog) independen di bidang pendidikan yang menyajikan beragam modul pembelajaran, analisis pedagogis, serta dokumentasi aktivitas sekolah.
Statistik Pengunjung
  • Today's visitors: 74
  • Today's page views: : 81
  • Total visitors : 149,301
  • Total page views: 165,388
©2026 Sudut Edukasi | Design: Newspaperly WordPress Theme