Skip to content
Sudut Edukasi
Menu
  • Humaniora
    • Dikbud
    • Analisis
    • Materi Umum
    • Referensi
    • Opini/Artikel
  • Sekolah
    • Supervisi
    • Peraturan
    • Kurikulum
    • Evaluasi
    • Guru
    • Siswa
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
    • IPS 7
    • IPS 8
    • IPS 9
    • LKPD IPS VII
    • LKPD IPS VIII
    • LKPD IPS IX
    • LKPD Geografi X
    • LKPD Geografi XI
    • LKPD Geografi XII
  • PBM
    • English
    • Bahasa Indonesia
    • Strategi Mengajar
    • Teknologi Pembelajaran
    • Manajemen Kelas
  • SMPN 3 Sinjai
    • Aktivitas Kepala Sekolah
    • Aktivitas Guru
    • Pengelolaan Kinerja Guru
    • Aktivitas Sekolah
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Menu

Menerapkan Ilmu secara Adaptif Terhadap Siswa

Posted on October 9, 2022December 7, 2022 by SudutEdukasi

Agar mampu menghadapi perubahan zaman, siswa perlu dibekali keterampilan untuk menerapkan ilmu secara adaptif. Menyusun pembelajaran yang memadukan teori dan praktik serta merangsang nalar, misalnya melalui tugas kinerja atau performance task harus dilakukan oleh guru.

Daftar Isi

Toggle
  • 15 Keterampilan
  • Harapan
  • Tugas

Siswa perlu dipersiapkan untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari secara fleksibel dan adaptif ke situasi baru, tantangan, dan kesempatan baru, karena Dunia sekarang kompleks, saling terhubung, dan tidak bisa diprediksi, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19.

15 Keterampilan

Dari laporan The Future of Jobs Report 2020 oleh World Economic Forum. Laporan menyatakan, ada 15 keterampilan yang paling dicari pada 2025. Keterampilan tersebut juga akan dibutuhkan saat siswa masuk dunia kerja.

Sebanyak 13 keterampilan di antaranya bersifat non-teknis, yaitu berpikir kritis dan analitis, aktif belajar, mampu menyelesaikan masalah, inovatif, serta kreatif. Kemampuan non-teknis lain yang dibutuhkan adalah kepemimpinan, ketahanan, penalaran, kecerdasan emosi, serta kemampuan persuasi dan negosiasi.

Hanya dua keterampilan yang bersifat teknis. Pertama, keterampilan menggunakan, memantau, dan mengontrol teknologi. Kedua, keterampilan desain teknologi dan pemrograman. Siswa mesti dibekali dengan keterampilan, konsep, dan nilai. Ketiganya merupakan modal mengatasi perubahan zaman.

Harapan

Diharap siswa dapat menjadi pemimpin yang dapat mengelola dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. Diharap mereka menjadi pemimpin yang paham konsep, dapat memanfaatkan keterampilannya, serta menerapkan nilai di kehidupan. Ketiganya akan tetap dibutuhkan meski zaman berubah.

Guru didorong mengembangkan metode mengajar yang tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong siswa mengembangkan materi yang dipelajari dalam konteks lebih luas.

Menurut McTighe, tugas kinerja (performance task) adalah aktivitas apa pun yang mendorong siswa menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahamannya. Guru dapat memanfaatkan tugas kinerja untuk mengukur kemampuan siswa sekaligus mendorong siswa mengembangkan diri.

Tugas kinerja untuk siswa kelas rendah dapat dibuat sesederhana mungkin. Misalnya, seorang anak yang hobi menari diminta menggambar dan memberi penjelasan singkat tentang tahap-tahap menari. Hal ini akan merangsang siswa untuk berpikir secara sistematis dan detail, tetapi tetap memberi ruang untuk mengembangkan gagasannya.

Tugas

Siswa SMA (di AS), misalnya, membuat tugas tentang bagaimana cara memberi suara saat pemilu. Mereka lalu membuat simulasi pemberian suara bersama teman-teman di kelas. Tugas kinerja yang sama bisa diaplikasikan ke siswa di jenjang pendidikan SMP atau yang lebih tinggi.

Tugas kinerja dalam bentuk lain juga bisa dikembangkan. Setelah belajar, siswa dapat diminta mengolah ilmu yang dipelajari dalam bentuk ulasan buku, debat antarsiswa, wawancara, pidato, gim, film, hingga poster.

Tugas kinerja penting agar guru dapat memahami cara belajar siswa. Pemahaman ini jadi modal penting agar guru dapat merencanakan kegiatan belajar-mengajar dengan baik.

Perlu dipahami bahwa performance task bukan hanya untuk memperoleh nilai, melainkan juga tentang bagaimana kita mengatur pengajaran.

Guru juga mesti mampu membuat materi yang diajarkan relevan dan menyenangkan untuk dipelajari. Adapun guru diharapkan mampu membangun dialog dua arah dengan peserta didik. Selain itu, guru juga didorong mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna.

Berpikir kritis dan kreatif belum jadi kebiasaan di ruang kelas. Hingga kini, kompetisi capaian akademis masih menjadi budaya umum di kelas.

Yang diperlukan adalah mentransformasi cara pandang guru tentang untuk apa anak belajar, bagaimana cara anak belajar. Selama ini, mindset guru masih tentang bagaimana anak mencapai kompetensi tertentu.

Upaya transformasi pola pikir, dulu dilakukan melalui pelatihan dari berbagai instansi ke guru. Kini transformasi dilakukan melalui diskusi antarguru di program Guru Penggerak.

2 thoughts on “Menerapkan Ilmu secara Adaptif Terhadap Siswa”

  1. Pingback: Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah - Sudut Edukasi
  2. Pingback: Menangani Perilaku Mengganggu di Kelas Secara Efektif - Sudut Edukasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERBARU

  • Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan: Geografi XI
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XI
    October 13, 2026
  • Laporan Evaluasi, Refleksi, Dan Tindak Lanjut Hasil Supervisi Akademik
    By SudutEdukasi
    Evaluasi
    October 12, 2026
  • Aspek-Aspek Geografi dan Fenomena Keruangan: LKPD Geografi X
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi X
    October 8, 2026
  • Review, Finalisasi, dan Integrasi Visi, Misi, dan Tujuan Dalam Perencanaan Satuan Pendidikan
    By SudutEdukasi
    Aktivitas Sekolah, Analisis
    October 8, 2026
  • Tata Ruang dan Dinamikanya dalam Pembangunan Wilayah: LKPD Geografi SMA XII
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XII
    October 7, 2026
  • Pengelolaan Pembelajaran Mendalam (PM) Fokus Lingkungan Belajar dan Pemanfaatan Digital (2)
    By SudutEdukasi
    Kurikulum
    October 6, 2026
  • Analisis Letak Indonesia Secara Geologis: Geografi SMA XI
    By SudutEdukasi
    LKPD Geografi XI
    October 4, 2026

POPULER

Categories

  • Aktivitas Guru
  • Aktivitas Kepala Sekolah
  • Aktivitas Sekolah
  • Analisis
  • Bahasa Indonesia
  • Dikbud
  • English
  • Evaluasi
  • Guru
  • IPS 7
  • IPS 9
  • Kepala Sekolah
  • Kurikulum
  • LKPD Geografi X
  • LKPD Geografi XI
  • LKPD Geografi XII
  • LKPD IPS IX
  • LKPD IPS VII
  • LKPD IPS VIII
  • Manajemen Kelas
  • Materi Umum
  • Opini/Artikel
  • Pengelolaan Kinerja Guru
  • Peraturan
  • Referensi
  • Siswa
  • Strategi Mengajar
  • Supervisi
  • Teknologi Pembelajaran
Sudut Edukasi (sudutedukasi.com) adalah situs web (blog) independen di bidang pendidikan yang menyajikan beragam modul pembelajaran, analisis pedagogis, serta dokumentasi aktivitas sekolah.
Statistik Pengunjung
  • Today's visitors: 5
  • Today's page views: : 5
  • Total visitors : 153,962
  • Total page views: 170,364
©2026 Sudut Edukasi | Design: Newspaperly WordPress Theme