Perencanaan Supervisi Akademik adalah proses sistematis, strategis, dan komprehensif yang dilakukan oleh supervisor (kepala sekolah, pengawas, atau guru senior yang ditunjuk) untuk menyusun langkah-langkah, jadwal, metode, instrumen, dan sasaran kegiatan pembinaan kepada guru.
| Komponen Administrasi | Detail Informasi Satuan Pendidikan |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | UPTD SMP Negeri 3 Sinjai |
| NPSN | 40304529 |
| Alamat Instansi | Jln. Persatuan No. 58 Manipi, Kel. Tassililu, Kec. Sinjai Barat, Kab. Sinjai, Sulawesi Selatan |
| Tahun Pelajaran | 2025/2026 |
| Semester | Ganjil / Genap |
| Kepala Sekolah | Drs. Bahtiar B., M.Pd. |
| NIP Kepala Sekolah | 19670429 199412 1 005 |
A. Latar Belakang
Penyelenggaraan pendidikan pada jenjang sekolah menengah pertama menuntut transformasi penjaminan mutu pembelajaran yang berkesinambungan dan terstruktur. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, serta diperkuat oleh Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, pelaksanaan pembelajaran harus berorientasi pada pencapaian Standar Kompetensi Lulusan secara holistik melalui proses instruksional yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik. Dalam kerangka regulasi nasional ini, penjaminan mutu proses pembelajaran diposisikan sebagai fungsi manajerial dan instruksional yang melekat pada kepala sekolah melalui evaluasi reflektif dan supervisi akademik berintegrasi.
UPTD SMP Negeri 3 Sinjai, yang bertempat di kawasan Manipi, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, memiliki potensi strategis sekaligus karakteristik sosiokultural yang khas di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan. Keragaman karakteristik peserta didik serta percepatan era digital menuntut para pendidik di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai untuk secara adaptif memperbarui pendekatan pedagogis dan penguasaan teknologi mereka. Pencapaian siswa UPTD SMP Negeri 3 Sinjai dalam berinovasi hingga ke tingkat nasional berbasis kecerdasan buatan membuktikan bahwa potensi akademik di daerah mampu berkembang pesat apabila didukung oleh iklim pembelajaran yang inovatif dan terarah. Oleh karena itu, supervisi akademik di sekolah ini tidak ditafsirkan sebagai mekanisme pengawasan birokratis yang bersifat menghakimi, melainkan sebagai bentuk pendampingan profesional, pembinaan instruksional, serta kolaborasi reflektif antara kepala sekolah dan guru.
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara nasional mempertegas pentingnya penguatan kompetensi guru dalam merancang modul ajar yang memfasilitasi pembelajaran terdiferensiasi, mengimplementasikan asesmen formatif yang otentik, serta memanfaatkan media digital. Melalui program supervisi akademik yang terencana, sistematis, dan objektif, Kepala UPTD SMP Negeri 3 Sinjai dapat mengidentifikasi akar masalah teknis pedagogis di kelas, menetapkan rencana pembinaan yang presisi, dan membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Hal ini berkontribusi langsung pada peningkatan kinerja pendidik dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai.
B. Tujuan Supervisi Akademik
Supervisi akademik di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai dilaksanakan untuk mencapai beberapa tujuan strategis yang terintegrasi dengan pengembangan mutu sekolah. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan profesionalisme pendidik secara berkelanjutan melalui pembimbingan kontekstual dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran terdiferensiasi yang berpusat pada murid. Pembinaan ini diarahkan agar pendidik mampu menguasai strategi pembelajaran inovatif, mengintegrasikan teknologi informasi, serta mengelola kelas yang inklusif dan kondusif.
Selain meningkatkan kapasitas individual guru, supervisi akademik bertujuan untuk membangun sistem penjaminan mutu internal yang konsisten terhadap keterlaksanaan Standar Proses dan Kurikulum Merdeka. Melalui pemantauan bertahap dan diskusi reflektif pasca-observasi, kepala sekolah memfasilitasi pendidik untuk mengidentifikasi kekuatan serta area pengembangan pribadi mereka secara mandiri. Proses reflektif ini mendorong terciptanya budaya kolaboratif di lingkungan Komunitas Belajar UPTD SMP Negeri 3 Sinjai, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan instruksional bermuara pada peningkatan kualitas pengalaman dan hasil belajar peserta didik.
C. Sasaran
Sasaran program supervisi akademik mencakup seluruh pendidik yang bertugas di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai, baik pendidik dengan status Aparatur Sipil Negara maupun Non-ASN, yang mengampu mata pelajaran di Kelas VII, Kelas VIII, dan Kelas IX. Pengawasan difokuskan pada tiga domain utama kompetensi instruksional guru yang melingkupi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Domain pertama berfokus pada kemampuan pendidik dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran, seperti analisis Capaian Pembelajaran, penyusunan Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar/RPP, serta perancangan instrumen asesmen awal, formatif, dan sumatif. Domain kedua menilai pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas maupun ruang praktik, yang mencakup penerapan model pembelajaran interaktif, pengelolaan kelas, pemanfaatan media berbasis digital atau kearifan lokal, serta keterlaksanaan diferensiasi proses dan produk. Yang ketiga menyasar kemampuan evaluasi dan tindak lanjut, mencakup analisis hasil belajar murid, pemberian umpan balik konstruktif, penyusunan program remedial dan pengayaan, serta pelaksanaan refleksi pembelajaran secara konsisten.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup supervisi akademik di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai mencakup keseluruhan tahapan pembelajaran yang dirancang secara terstruktur. Kategori ruang lingkup tersebut disajikan pada tabel berikut:
| Tahapan Supervisi | Elemen Pengawasan dan Pendampingan | Acuan Regulasi dan Metodologi |
| 1. Perencanaan Pembelajaran | Analisis Capaian Pembelajaran, pemetaan kebutuhan belajar murid, penyusunan Modul Ajar/RPP, integrasi Profil Pelajar Pancasila, dan penyusunan instrumen asesmen. | Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 & Panduan Pembelajaran dan Asesmen. |
| 2. Pelaksanaan Pembelajaran | Pengondisian psikologis murid, penyampaian apersepsi, pengelolaan interaksi kelas, penerapan strategi terdiferensiasi, pemanfaatan media/AI, dan penutupan kelas. | Observasi Kelas Langsung menggunakan Lembar Pengamatan Terstruktur. |
| 3. Evaluasi & Tindak Lanjut | Pelaksanaan asesmen formatif/sumatif, pemberian umpan balik deskriptif, analisis hasil belajar, pelaksanaan remedial/pengayaan, dan refleksi pasca-pembelajaran. | Analisis Dokumen Penilaian & Wawancara Reflektif Pascamengajar. |
E. Rencana Supervisi Akademik
1. Analisis Akar Masalah Pembelajaran
Proses perencanaan supervisi akademik diawali dengan analisis diagnostik terhadap data hasil supervisi periode sebelumnya, laporan evaluasi diri sekolah, dan hasil wawancara pra-observasi. Hasil analisis mengindikasikan bahwa sebagian pendidik di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai masih menghadapi tantangan teknis dalam merancang dan menerapkan pembelajaran terdiferensiasi. Kendala tersebut bersumber dari terbatasnya pemahaman guru dalam memetakan kesiapan dan gaya belajar murid yang heterogen, sehingga modul ajar yang disusun masih cenderung seragam dan kurang memfasilitasi kebutuhan individu siswa.
Selain itu, pada beberapa mata pelajaran eksakta dan bahasa, metode pengajaran verbalistik dan konvensional masih mendominasi kegiatan belajar mengajar. Hal ini berdampak pada belum optimalnya partisipasi aktif, daya nalar kritis, dan keterlibatan kolaboratif murid di dalam kelas. Pada aspek penilaian, asesmen yang dilakukan oleh pendidik kerap berfokus pada pengumpulan nilai kuantitatif akhir tanpa disertai pemberian umpan balik deskriptif yang memandu siswa untuk memperbaiki proses belajarnya secara mandiri.
2. Menentukan Solusi Pembinaan
Untuk mengatasi akar masalah tersebut, Kepala UPTD SMP Negeri 3 Sinjai menerapkan pendekatan pembinaan berdiferensiasi (differentiated coaching) yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kompetensi pendidik. Solusi pembinaan dirancang melalui tiga jalur utama. Pertama, pembinaan individual (individual coaching) berfokus pada pendampingan intensif bagi guru yang memerlukan penguatan teknis dalam merancang asesmen diagnostik dan instrumen pembelajaran terdiferensiasi.
Kedua, penguatan kapasitas kelompok melalui In-House Training (IHT) dan lokakarya internal yang berfokus pada pemanfaatan media digital, aplikasi interaktif, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan bahan ajar. Langkah ini selaras dengan rekam jejak siswa UPTD SMP Negeri 3 Sinjai yang telah menorehkan prestasi dalam pengembangan teknologi informasi. Ketiga, optimalisasi Komunitas Belajar (Kombel) antar-guru mata pelajaran untuk memfasilitasi kegiatan peer-review, bedah modul ajar, serta pemecahan masalah pembelajaran secara bergotong royong.
3. Menyusun Jadwal Supervisi
Pelaksanaan supervisi akademik disusun melalui mekanisme tiga tahapan yang runtut, yaitu tahap pra-observasi, tahap observasi kelas, dan tahap pasca-observasi. Pada tahap pra-observasi, kepala sekolah dan guru mendiskusikan rancangan pembelajaran, menetapkan fokus pengamatan, serta menyepakati kriteria keberhasilan. Tahap observasi kelas dilaksanakan dengan mengamati secara langsung proses pengajaran menggunakan instrumen baku tanpa mengganggu dinamika belajar mengajar.
Tahap pasca-observasi diselenggarakan melalui wawancara reflektif berbasis data hasil pengamatan. Pada sesi ini, kepala sekolah memberikan umpan balik konstruktif, memfasilitasi guru untuk melakukan refleksi mandiri, dan merumuskan rencana aksi perbaikan. Penjadwalan supervisi diselaraskan dengan kalender akademik UPTD SMP Negeri 3 Sinjai agar tidak bertabrakan dengan agenda ujian sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler.
4. Menyusun Instrumen Supervisi
Instrumen supervisi akademik dikembangkan berdasarkan regulasi Kurikulum Merdeka dan Standar Proses. Instrumen penelaahan modul ajar difungsikan untuk menilai kelengkapan komponen esensial, keterukuran tujuan pembelajaran, keselarasan alur kegiatan, dan kelayakan instrumen penilaian.
Lembar observasi kelas digunakan untuk mengukur indikator keterlaksanaan apersepsi, penguasaan materi, penerapan model pembelajaran interaktif, integrasi media berbasis teknologi, keterlaksanaan diferensiasi, serta manajemen kelas. Sementara itu, panduan wawancara refleksi pasca-observasi dirancang berupa pertanyaan pemantik yang memandu pendidik dalam menilai ketercapaian target belajar dan merencanakan langkah pengembangan profesionalisme secara berkelanjutan
F. Program Rencana Supervisi Akademik
Tabel perencanaan berikut memuat pemetaan hasil identifikasi awal, analisis akar masalah, rencana solusi pembinaan oleh kepala sekolah, serta jadwal pelaksanaan supervisi di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai:
| No | Nama Pendidik / Kelompok | Kelas | Hasil Identifikasi (Data Perencanaan Pembelajaran & Hasil Supervisi Sebelumnya) | Akar Masalah | Rencana Solusi oleh KS | Waktu |
| 1 | Kelompok Guru IPA | VII | Modul Ajar lengkap, namun asesmen formatif belum memotret pemahaman individual secara langsung. Praktikum laboratorium masih berbasis petunjuk kaku. | Guru belum terbiasa merancang asesmen formatif kontekstual dan belum memanfaatan laboratorium maya atau aplikasi simulasi interaktif. | Pendampingan perancangan asesmen formatif digital dan pelatihan pemanfaatan laboratorium maya dalam Komunitas Belajar IPA. | Minggu II September 2026 |
| 2 | Kelompok Guru Matematika | VIII | Pembelajaran cenderung berpusat pada guru (teacher-centered). Partisipasi murid dalam memecahkan soal berbasis nalar kritis masih tergolong rendah. | Kurangnya variasi penggunaan model Problem-Based Learning serta belum terintegrasinya diferensiasi proses dalam penyelesaian masalah. | Coaching individual mengenai teknik perumusan pertanyaan pemantik dan penerapan Problem-Based Learning terstruktur. | Minggu III September 2026 |
| 3 | Kelompok Guru Bahasa Indonesia | IX | Perencanaan pembelajaran terstruktur dengan baik, namun pemberian umpan balik pada hasil karya tulis siswa masih bersifat umum. | Guru belum menyusun rubrik penilaian analitis yang terperinci untuk mengukur keterampilan bernalar kritis dalam tulisan siswa. | Pelaksanaan lokakarya penyusunan rubrik asesmen analitis dan pelatihan teknik umpan balik deskriptif (formative feedback). | Minggu IV September 2026 |
| 4 | Kelompok Guru Bahasa Inggris | VII | Aktivitas kelas masih didominasi penguasaan tata bahasa secara teoretis. Keberanian murid dalam melakukan komunikasi lisan (speaking) masih terbatas. | Belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis audio-visual interaktif dan perangkat digital untuk memicu keterlibatan aktif. | Pelatihan integrasi aplikasi digital/AI interaktif dan penerapan metode Role-Play komunikatif dalam pembelajaran bahasa. | Minggu I Oktober 2026 |
| 5 | Kelompok Guru PAI dan Budi Pekerti | VIII & IX | Perencanaan pembelajaran terstruktur, namun integrasi dimensi Profil Pelajar Pancasila belum tersaji secara eksplisit dalam kegiatan inti murid. | Guru mengalami kendala dalam menerjemahkan dimensi Profil Pelajar Pancasila ke dalam indikator perilaku siswa yang dapat diobservasi. | Diskusi terfokus (FGD) penyelarasan Alur Tujuan Pembelajaran dengan indikator Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan kelas. | Minggu II Oktober 2026 |
| 6 | Kelompok Guru IPS | VII & VIII | Materi ajar melimpah tetapi penyampaian bersifat monologis. Pemanfaatan sumber belajar lokal kawasan Sinjai Barat belum optimal dieksplorasi. | Pembelajaran belum dikaitkan secara erat dengan konteks sosiokultural, lingkungan, dan ekonomi lokal peserta didik (contextual learning). | Pembinaan penyusunan bahan ajar berbasis kearifan lokal Sinjai Barat dan penerapan Project-Based Learning. | Minggu III Oktober 2026 |
| 7 | Kelompok Guru PJOK | VII, VIII, IX | Pelaksanaan praktik olahraga di lapangan berjalan lancar, namun pendokumentasian asesmen proses dan refleksi keselamatan belum terdokumentasi sistematis. | Guru berfokus penuh pada luaran fisik tanpa mengintegrasikan lembar refleksi mandiri murid pada akhir sesi pembelajaran. | Pendampingan pembuatan format Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan lembar refleksi mandiri siswa pasca-praktik. | Minggu IV Oktober 2026 |
G. Penutup
Rancangan program supervisi akademik di UPTD SMP Negeri 3 Sinjai ini disusun sebagai acuan operasional bagi kepala sekolah dalam menjalankan fungsi pembinaan, penjaminan mutu, dan pengawasan pembelajaran secara professional. Keberhasilan pelaksanaan program ini sangat bergantung pada komitmen bersama, prinsip keterbukaan, serta konsistensi dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil supervisi. Through the structured implementation of reflective supervision, UPTD SMP Negeri 3 Sinjai strives to continuously raise educational quality, foster teacher professionalism, and deliver high-impact learning experiences for every student.
Manipi, 1 September 2026 Kepala UPTD SMP Negeri 3 Sinjai Drs. Bahtiar B., M.Pd. NIP. 19670429 199412 1 005

