Bencana non Alam dan Bencana Sosial (LKPD Geografi XI)

Bencana non-alam mendefinisikan secara yuridis sebagai bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non-alam. Antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Berbeda dengan bencana alam yang memicu proses-proses geofisika seperti tektonisme, vulkanisme, atau fenomena meteorologi. Bencana non-alam berakar pada intervensi manusia terhadap alam, kesalahan sistemik dalam infrastruktur modern, serta dinamika kesehatan masyarakat global. Analisis mendalam menunjukkan bahwa batasan antara bencana alam dan non-alam terkadang menjadi kabur. Seperti pada kasus banjir yang dipicu oleh penebangan liar atau kegagalan drainase kota. Kemudian dikategorikan sebagai bencana campuran atau bencana dengan pengaruh aktivitas manusia yang dominan.

1. Bencana non Alam

Masyarakat lebih banyak mengetahui jenis bencana alam dibandingkan bencana lain di sekeliling kita yang disebabkan oleh faktor non alam. Bencana non alam merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa non alam. Seperti kegagalan teknologi, kegagalan modernisasi, dan epidemi atau wabah penyakit. Berikut akan diuraikan karakteristik dari masing-masing bencana tersebut:

a. Kegagalan Teknologi

Teknologi berkembang semakin pesat dan canggih. Tidak mengherankan jika penggunaan teknologi semakin hari meningkat tajam karena teknologi menyediakan berbagai hal yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia. Namun di sisi lain, apabila penggunaan teknologi tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan terjadinya bencana kegagalan teknologi.

Kegagalan teknologi adalah semua kejadian bencana yang diakibatkan oleh kesalahan desain, pengoperasian, kelalaian, atau kesengajaan manusia dalam penggunaan teknologi dan/atau industri. Bencana teknologi terdiri dari tiga kelompok, yaitu: 1) kecelakaan industri. Contoh: tumpahan barang kimia, runtuhnya infrastruktur dari industri, ledakan, kebocoran gas, keracunan, dll.; 2) kecelakaan transportasi, seperti kecelakaan udara, jalan, atau air yang berhubungan dengan alat transportasi; 3) kecelakaan lainnya, seperti runtuhnya domestik. Contoh bencana kegagalan teknologi di Indonesia adalah jatuhnya pesawat Adam Air KI 574 pada 1 Januari 2007, selain cuaca buruk yang menyebabkan, jatuhnya pesawat juga disebabkan karena kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

b. Kegagalan Modernisasi

Tidak setiap lapisan masyarakat dapat menghadapi era modernisasi. Hanya masyarakat tertentu yang dapat bertransformasi dari keadaan yang kurang maju ke arah yang lebih baik. Harapan masyarakat yang berdampingan dengan teknologi yaitu tercapainya kehidupan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

Modernisasi adalah upaya yang bertujuan untuk menyamai standar yang dianggap modern, baik oleh rakyat maupun oleh elite penguasa (Rosana, 2015). Jadi kegagalan modernisasi dapat diartikan sebagai kegagalan masyarakat dalam mengejar ketertinggalan dari masyarakat paling maju yang hidup berdampingan dengan mereka dalam periode historis yang sama dalam lingkup masyarakat global.

Kemiskinan merupakan contoh dari bencana kegagalan modernisasi. Papua merupakan daerah termiskin di Indonesia dengan persentase 26,8%, daerah kedua Papua Barat dengan persentase 21,7%, dan NTT menempati urutan ketiga daerah termiskin di Indonesia dengan persentase 21,21%. Ketertinggalan pembangunan di berbagai sektor telah menempatkan suatu daerah mengalami kemiskinan dan tertinggal dari masyarakat yang paling maju.

c. Epidemi atau Wabah Penyakit

Satu dekade terakhir menunjukkan bertambahnya frekuensi terjadinya bencana dengan skala lebih besar. Peluang terjadinya wabah penyakit semakin meningkat ditengah anomali iklim yang semakin memburuk. Hal ini menyebabkan sebuah wilayah dapat terjangkit endemi, pandemi, ataupun epidemi.

Epidemi adalah suatu penyakit yang menyebar dengan cepat ke wilayah atau negara tertentu dan mulai memengaruhi populasi penduduk di wilayah atau negara tersebut. Contoh epidemi yang pernah terjadi di Indonesia yaitu flu burung (H5N1) pada tahun 2012 (Marcelina, 2012). Selain itu, wabah penyakit yang lebih meluas juga bisa menjadi bencana non alam yang kita kenal sebagai pandemi dimana wabah penyakit meliputi daerah geografis yang luas meliputi seluruh negara atau benua.

Salah satu contoh kasus bencana ini yaitu pandemi Covid-19. Secara global, negara terdampak Covid-19 sebanyak 226 negara, jumlah terkontaminasi 248.467.363 orang, dan jumlah meninggal sebanyak 5.027.183 orang. Data tentang Covid-19 di Indonesia, jumlah positif Covid-19 sebanyak 4.247.320 orang, jumlah pasien sembuh sebanyak 4.092.586 orang, dan jumlah meninggal sebanyak 143.519 orang (Wicaksono, 2021).

Sumber: https://www.youtube.com/@masyitah9250 BENCANA NON ALAM – GAGAL TEKNOLOGI

2. Bencana non Alam

Kemajemukan bangsa yang memiliki ragam etnis, agama, bahasa, dan budaya menjadi ancaman jika perbedaan pendapat dan sudut pandang tidak menemukan jalan tengah. Apabila tidak dapat diredam, maka bencana sosial berwujud konflik dan aksi teror pun tidak dapat dielak. Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh manusia yang meliputi kerusuhan atau konflik sosial antar kelompok maupun antar komunitas masyarakat, dan teror disebut bencana sosial. Terdapat beberapa karakteristik dari masing-masing bencana tersebut.

a. Kerusuhan atau Konflik Sosial

Sebagai gejala sosial, kerusuhan atau konflik sosial merupakan peristiwa yang seringkali tak dapat dihindari kejadiannya di masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat, setiap individu atau kelompok mempunyai keinginan untuk
meningkatkan kesejahteraan, kekuasaan, prestise, maupun dukungan sosial yang mungkin berbeda satu dengan yang lain. Jika dalam suatu kondisi tertentu dihadapkan secara bersama, maka dapat menimbulkan konflik. Suatu kondisi huru-hara berlangsung, kerusuhan, perang, atau keadaan yang tidak aman di suatu daerah tertentu yang melibatkan lapisan masyarakat, golongan, suku, atau pun organisasi disebut kerusuhan atau konflik sosial (BNPB, 2012).

Indonesia memiliki wilayah luas dengan keanekaragaman suku, bahasa, agama, ras, dan etnis. Keragaman sosial tersebut dapat menjadi kekuatan pemersatu bangsa apabila dikelola dengan baik, dan sebaliknya dapat menjadi sumber konfik atau kerusuhan sosial jika tidak terkelola dengan baik. Pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan memiliki peran penting dalam mengupayakan integrasi sosial di atas keragaman tersebut.

Masyarakat Indonesia pernah mengalami beberapa kali kerusuhan dan konflik sosial hingga menjadi bencana sosial yang merugikan kehidupan masyarakat. Peristiwa kerusuhan itu telah meningakibatkan kerugian, tidak hanya harta benda tetapi juga hilangnya nyawa manusia. Kerusuhan dan konflik sosial tersebut terjadi karena ada salah pengertian, persaingan dalam usaha hingga perebutan sumberdaya. Namun, dengan kerjasama yang baik antara pemerintah setempat, aparat keamanan, dan tokoh-tokoh masyarakat, peristiwa konflik dan kerusuhan sosial tersebut dapat diatasi dan kita dapat terhindar dari konflik sosial yang mengarah pada disintegresi masyarakat.

b. Aksi Teror

Aksi terorisme kerap terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun. Mulai dari maraknya aksi radikalisme hingga bom bunuh diri menjadi salah satu serangan teror di wilayah NKRI. Berulangnya aksi teror melalui kelompok/ jaringan menunjukkan eksistensi masing-masing kelompok.

Aksi teror atau sabotase adalah semua tindakan yang menyebabkan keresahan masyarakat, kerusakan bangunan, dan mengancam atau membahayakan jiwa seseorang/banyak orang oleh seseorang atau golongan tertentu yang tidak bertanggung jawab. Bencana aksi teror atau sabotase pada suatu tempat tidak dapat diperkirakan karena hal tersebut terjadi secara tibatiba dan dalam waktu yang singkat (BNPB, 2012).

Beberapa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia antara lain: 1) Bom Bali 2002, menjadi salah satu sejarah terorisme terbesar di Indonesia; 2) Bom Surabaya 2018, rangkaian peristiwa meledaknya bom di tiga tempat di Surabaya dan Sidoarjo; dan 3) Pengeboman Makassar 28 Maret 2021, sebuah ledakan bom yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar.

Rincian Aktivitas Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan dan saksikan dengan baik penjelasan tentang BENCANA NON ALAM – GAGAL TEKNOLOGI  yang terkandung pada video diatas !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Bencana non Alam
      • Kegagalan Teknologi
      • Kegagalan Modernisasi
      • Epidemi atau Wabah Penyakit
    • Bencana non Alam
      • Kerusuhan atau Konflik Sosial
      • Aksi Teror
  4. Amati kembali isi video dengan seksama siapkan catatan kemudian amati hal-hal sebagai berikut
    • Pengertian gagal teknologi
    • Penyebab gagal teknologi
    • Bencana lumpur Lapindo

Pertanyaan

  1. Sebutkan pengertian bencana non alam?
  2. Sebutkan masing-masing 1 contoh bencana non alam tentang
    • Kegagalan Teknologi
    • Kegagalan Modernisasi
    • Epidemi atau Wabah Penyakit
    • Kerusuhan atau Konflik Sosial
    • Aksi Tero
  3. Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
    • Sebutkan pengertian gagal teknologi
    • Sebutkan 6 (enam) Penyebab gagal teknologi
    • Sebutkan 4 (empat) akibat dari bencana lumpur Lapindo

Quiz

Bencana non Alam dan Bencana Sosial

Mata Pelajarn Geografi SMA Kelas XI

1 / 10

Pemerintah melakukan simulasi penanganan kerusuhan massa di objek vital nasional. Tindakan ini termasuk dalam siklus penanggulangan bencana pada tahap...

2 / 10

Kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl atau Fukushima merupakan bencana non-alam dengan dampak spasial yang sangat luas. Faktor geografis yang paling menentukan persebaran polutan radioaktif segera setelah ledakan adalah...

3 / 10

Dalam konteks bencana sosial, 'Urban Primacy' atau pemusatan aktivitas hanya pada satu kota besar dapat memicu konflik karena...

4 / 10

Terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit endemik di wilayah terpencil sering kali terkait dengan faktor geografi, yaitu...

5 / 10

Salah satu upaya mitigasi bencana sosial berbasis kearifan lokal dalam masyarakat multikultural adalah...

6 / 10

Kegagalan teknologi seperti matinya jaringan listrik secara total (blackout) di kota metropolitan dapat memicu kerusuhan sosial. Analisis geografi yang tepat mengenai kaitan kedua hal ini adalah...

7 / 10

Pada daerah dengan tingkat keragaman etnis yang tinggi, potensi bencana sosial berupa konflik horizontal dapat meningkat saat terjadi kelangkaan sumber daya alam. Gejala ini dalam geografi disebut...

8 / 10

Kegagalan modernisasi atau kecelakaan industri, seperti kebocoran limbah kimia, dikategorikan sebagai bencana non-alam. Dampak jangka panjang yang paling mengancam ketahanan pangan lokal adalah...

9 / 10

Konflik sosial di wilayah perkotaan sering kali dipicu oleh segregasi keruangan (pemisahan pemukiman). Dari perspektif geografi, tindakan preventif yang paling efektif untuk mencegah bencana sosial ini adalah...

10 / 10

Pandemi COVID-19 memberikan pelajaran berharga dalam manajemen bencana non-alam. Mengapa koordinasi antarwilayah menjadi tantangan terbesar dalam mitigasi bencana ini di Indonesia?

Your score is

The average score is 0%

0%

Recommended For You

About the Author: SudutEdukasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *