Data Kependudukan (LKPD Geografi XI)

Data jumlah dan distribusi penduduk sangat penting bagi suatu negara. Salah satu manfaatnya adalah untuk mengetahui statistik tentang kondisi kependudukan sebagai bahan perencanaan pembangunan. Apabila dalam perencanaan pembangunan tidak mempertimbangkan jumlah dan distribusi penduduk, maka pembangunan tidak dapat berjalan lancar.

Pengumpulan sumber data kependudukan harus dilakukan dengan sistem yang terstruktur dan sistematis. Proses pengumpulannya dapat dilakukan melalui cara sensus, survei, dan registrasi penduduk.

a. Sensus Penduduk

Jumlah penduduk di Indonesia selalu berubah dari waktu ke waktu karena pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut. Hasil sensus berguna untuk mengetahui pertumbuhan penduduk di suatu negara atau wilayah tertentu. Secara khusus, tujuan sensus penduduk Indonesia adalah untuk menyediakan data tentang jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia (Data BPS, 2021).

Hasil sensus penduduk digunakan untuk merumuskan, melaksanakan, dan memantau kebijakan dan program pengembangan sosial ekonomi dan kelestarian lingkungan. Pengukuran digunakan untuk Sustainable Development Goals.

Pencatatan data kependudukan digunakan sebagai parameter demografi dan proyeksi penduduk. Secara lebih terperinci, keterangan-keterangan yang dikumpulkan tergantung pada kebutuhan dan kepentingan negara, keadaan keuangan dan kemampuan teknis pelaksanaanya, serta kesepakatan internasional yang bertujuan untuk memudahkan dalam membandingkan hasil sensus antara negara yang satu dengan negara lainnya.

Sensus penduduk de facto dan de jure

Sensus penduduk dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu sensus penduduk de facto dan de jure.

  1. Sensus de facto adalah proses pencacahan penduduk yang dihasilkan terhadap semua orang yang ditemui oleh petugas ketika dilaksanakan sensus. (Kamus Geografi)
  2. Sensus de jure adalah proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang benar-benar tercatat dan bertempat tinggal di suatu wilayah, umumnya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). (Kamus Geografi)

Metode pengisian sensus penduduk dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu metode canvasser dan metode householder.

  1. Metode canvasser adalah pelaksanaan sensus dimana petugas mendatangi tempat tinggal penduduk dan mengisi daftar pertanyaan. Keunggulan metode ini yaitu data yang diperoleh lebih terjamin kelengkapannya dan penduduk sulit untuk memalsukan data. Kekurangan metode ini ialah waktu yang digunakan cukup lama karena terbatas wilayah yang luas. (Budjianto, 2012)
  2. Metode householder adalah pelaksanaan sensus dengan pengisian daftar pertanyaan dilakukan oleh penduduk sendiri. Kelebihan metode ini adalah waktu yang diperlukan lebih cepat karena petugas tidak harus mendata satu per satu penduduk. Kekurangan metode ini ialah data yang diperoleh kurang terjamin kebenarannya. (Budjianto, 2012).

Sensus penduduk merupakan amanat dari Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.Telah disepakati bersama antara Indonesia dan beberapa negara lain bahwa pelaksanaan sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali (decennial census) yaitu pada tahun-tahun yang berakhiran dengan angka nol. Sensus di Indonesia pernah dilakukan pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010, dan 2020.

Data sensus penduduk

Pada sensus penduduk yang pertama sampai keenam menggunakan metode tradisional. Untuk yang pertama kalinya sensus penduduk pada tahun 2020 menggunakan metode kombinasi, yaitu menggunakan data administrasi kependudukan yang berasal dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasar untuk pelaksanaan sensus 2020 (Data BPS, 2021).

Baca juga: Sebaran Flora dan Fauna Dunia (LKPD Geografi XI)

Data sensus penduduk yang pernah dilakukan Indonesia adalah sebagai berikut:

  • jumlah penduduk pada sensus pertama tahun 1961 adalah 97,2 juta jiwa,
  • jumlah penduduk pada sensus kedua tahun 1971 adalah 119,21 juta jiwa,
  • jumlah penduduk pada sensus ketiga tahun 1980 adalah 147,49 juta jiwa,
  • jumlah penduduk pada sensus keempat tahun 1990 adalah 179,38 juta jiwa,
  • jumlah penduduk pada sensus kelima tahun 2000 adalah 206,26 juta jiwa,
  • jumlah penduduk pada sensus keenam tahun 2010 adalah 237,63 juta jiwa,
  • jumlah penduduk pada sensus ketujuh tahun 2020 adalah 270,20 juta jiwa.
  • (Data BPS, 2021)

Dari hasil sensus penduduk tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat. Indonesia merupakan negara yang sangat padat penduduknya. Indonesia juga terdiri dari ribuan pulau, beragam budaya, ratusan suku, dan ratusan bahasa daerah. Hal ini juga menjadi keunggulan Indonesia dalam segi jumlah kependudukannya.

b. Registrasi penduduk

Registrasi penduduk merupakan pencatatan tentang identitas atau ciri-ciri status dan kondisi penduduk yang dilaksanakan secara terus menerus oleh pemerintah dimulai dari tingkat terendah yaitu desa atau kelurahan. Dari data hasil registrasi akan didapat laporan monografi desa tentang kependudukan secara terus menerus yang berisi data kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, pengangkatan anak, dan perpindahan penduduk (Said Rusli dalam Budjianto, 2012).

Secara teoritis data registrasi penduduk lebih lengkap daripada sumber-sumber data yang lain, karena kemungkinan tercecernya pencatatan peristiwa-peristiwa kelahiran, kematian, dan mobilitas penduduk sangat kecil.

Karena mencatat peristiwa-peristiwa penting yang berhubungan dengan kehidupan, maka disebut registrasi vital dan hasilnya disebut statistik vital. Namun demikian, di negara-negara berkembang seperti Indonesia, data kependudukan dari hasil registrasi kurang lengkap. Hal ini disebabkan karena banyak kejadian-kejadian vital (seperti kelahiran dan kematian) yang tidak dicatatkan sebagaimana mestinya karena berbagai faktor eksternal.

Registrasi ini berlangsung terus-menerus mengikuti kejadian atau peristiwa, karena itu statistik vital sesungguhnya memberikan gambaran mengenai perubahan yang terus menerus. Jadi, berbeda dengan sensus dan survei yang menggambarkan karakteristik penduduk hanya pada suatu saat tertentu saja. Karena mencatat bermacam-macam peristiwa, maka pencatatan penduduk ini dilakukan oleh badan yang berbeda-beda.

c. Survei penduduk

Hasil sensus penduduk dan registrasi penduduk mempunyai keterbatasan. Keduanya hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan perilaku penduduk.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, perlu dilakukan survei penduduk yang sifatnya lebih terbatas, namun informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam. Survei penduduk merupakan salah satu metode menjaring data penduduk dalam beberapa peristiwa demografi atau ekonomi dengan tidak menghitung seluruh responden yang ada di suatu negara, melainkan dengan cara penarikan sampel yang dapat mewakili karakteristik negara tersebut (Budjianto, 2012).

Hasil dari survei ini melengkapi informasi yang didapat dari Sensus Penduduk dan Registrasi Penduduk. Survei penduduk juga sering dilakukan oleh pelaku industri untuk melihat perilaku konsumen di lapangan. Badan Pusat Statistik telah mengadakan survei-survei kependudukan, misalnya Survei Ekonomi Nasional, Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS)

Sumber: https://www.youtube.com/@channelbelajargeo4213 Data Penduduk / Sensus Penduduk #Geografi Kelas XI Kumer

Rincian Aktivitas Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan dan saksikan dengan baik penjelasan tentang Data Penduduk / Sensus Penduduk  yang terkandung pada video diatas !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Sensus penduduk
    • Registrasi penduduk
  4. Amati kembali isi video dengan seksama siapkan catatan kemudian amati hal-hal sebagai berikut
    • Pentingnya data kependudukan
    • Macam-macam sensus penduduk
    • Pelaksanaan sensus penduduk
    • Negara berpenduduk terbesar di dunia
    • Survei penduduk

Pertanyaan

  1. Sebutkan kegunaan dari sensus penduduk?
  2. Sebutkan tujuan sensus penduduk Indonesia?
  3. Sebutkan perbedaan sensus penduduk de facto dan de jure.?
  4. Sebutkan dan jelaskan metode pengisian sensus penduduk?
  5. Jelaskan tentang Registrasi penduduk dan kegunaannya?
  6. Sebutkan kegunaan dari Survei penduduk?
  7. Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
    • Jelaskan mengapa data kependudukan itu penting
    • Sebutkan keunggulan dan kelemahan sensus De Jure?
    • Pelaksanaan sensus penduduk di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1961 sampai tahun 2020 sebanyak 7 kali, sebutkan sensus tahun berapa pertumbuhan penduduk Indonesia mengalami persentase pertumbuhan terendah ?
    • Jelaskan apa yang membedakan komposisi penduduk dunia tahun 2020 dan tahun 2023
    • Sebutkan pengertian dan 2 (dua) contoh Survei penduduk

Quiz

Data Kependudukan

Mata Pelajaran Geografi XI SMA/MA

1 / 10

Data sensus seringkali mengalami age heaping (penumpukan umur) pada angka yang berakhiran 0 atau 5. Hal ini mengindikasikan adanya masalah kualitas data berupa...

2 / 10

Mengapa proyeksi penduduk sangat krusial bagi pemerintah dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)?

3 / 10

Perhatikan faktor-faktor berikut: 1) Konflik antar suku, 2) Fasilitas kesehatan lengkap, 3) Tanah tandus, 4) Upah buruh tinggi. Faktor pendorong (push factors) mobilitas penduduk dari desa ke kota ditunjukkan oleh...

4 / 10

Jika Sex Ratio di suatu daerah pertambangan menunjukkan angka 125, analisis demografis yang paling tepat mengenai kondisi sosial di daerah tersebut adalah...

5 / 10

Dalam sistem registrasi penduduk, data kelahiran dan kematian dicatat saat kejadian. Mengapa data registrasi dianggap lebih dinamis dibandingkan data sensus?

6 / 10

Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi. Namun, jika data kualitas penduduk (Indeks Pembangunan Manusia) tidak menunjukkan peningkatan pada sektor pendidikan dan keterampilan, dampak negatif yang berpotensi muncul adalah...

7 / 10

Pak Budi bekerja di Jakarta tetapi KTP-nya tercatat sebagai warga Bandung. Saat sensus penduduk dilakukan secara de jure, Pak Budi tidak dicatat di Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa metode de jure memiliki kelemahan dalam hal...

8 / 10

Data kependudukan menunjukkan angka rasio ketergantungan (dependency ratio) suatu wilayah sangat tinggi, didominasi oleh penduduk usia 0-14 tahun. Fenomena sosial-ekonomi yang paling mungkin terjadi akibat kondisi tersebut adalah...

9 / 10

Sebuah kota memiliki piramida penduduk berbentuk batu nisan (stasioner) di mana jumlah penduduk usia muda, dewasa, dan tua relatif seimbang. Implikasi jangka panjang dari kondisi demografis ini terhadap kebijakan pembangunan kota tersebut adalah...

10 / 10

Pemerintah suatu negara ingin mengetahui data kesehatan ibu dan anak secara mendalam di wilayah terpencil dengan anggaran terbatas dan waktu yang singkat. Metode pengumpulan data kependudukan yang paling tepat dan efisien untuk kasus tersebut adalah...

Your score is

The average score is 60%

0%

Recommended For You

About the Author: SudutEdukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *