Kesejahteraan Penduduk sebagai Hasil Pembangunan (LKPD Geografi XII)

1. Pengertian Kesejahteraan

Kesejahteraan sosial merupakan usaha perubahan secara sistematis, terarah, dan terencana yang dilaksanakan untuk visi misi pembangunan nasional. Penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Masyarakat yang mempunyai angka kemiskinan, pengangguran, dan kriminalitas yang rendah, serta memiliki angka ekspektasi hidup dan tingginya jumlah orang yang dapat membaca dapat dikatakan mempunyai kesejahteraan sosial yang tinggi (Setiawan, 2019). Sebaliknya, tingginya kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, dan masalah serupa menjadi indikasi rendahnya tingkat kesejahteraan sosial.

Berbagai pihak telah mendefinisikan tentang kesejahteraan. Kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya (UU No. 11/2009). Adapun pendapat lain mengatakan kesejahteraan sosial berarti sistem-sistem sosial (jaringan dan lembaga sosial) dan kemampuan orang (individu, keluarga, kelompok atau masyarakat) dalam merespons/memenuhi kebutuhan dasar, melakukan peranan sosial, serta melewati tekanan dan goncangan (Az-Zahrah, 2018).

Kondisi sejahtera ini terjadi ketika suatu kehidupan masyarakat terasa bahagia dan aman dikarenakan dari kesehatan, kebutuhan dasar akan gizi, tempat tinggal, pendapatan, dan pendidikan dapat dipenuhi; serta ketika manusia mendapatkan perlindungan yang menjanjikan dari risiko-risiko besar yang mengancam kehidupannya.. Namun secara sederhana, kesejahteraan ini pada intinya adalah terpenuhinya atau tercapainya segala bentuk kebutuhan hidup, utamanya yang bersifat pokok, meliputi pangan, sandang, papan, perawatan kesehatan, dan pendidikan (Suharto, 2005).

Tujuan pembangunan kesejahteraan sosial ialah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia secara menyeluruh yang mencakup hal-hal sebagai berikut.

a. Peningkatan standar hidup

Standar hidup ini merupakan dasar untuk mencapai kesejahteraan. Peningkatan ini dapat dilakukan dimulai dari seperangkat jaminan sosial dan pelayanan sosial untuk seluruh masyarakat. Bahkan perlu ada perhatian khusus untuk komunitas-komunitas masyarakat yang rentan dan kurang beruntung yang sangat membutuhkan perlindungan kehidupan dan sosial.

b. Peningkatan keberdayaan

Upaya ini dapat dilakukan dengan penetapan kelembagaan dan sistem politik, sosial, dan ekonomi yang menjunjung martabat dan harga diri kemanusiaan. Ini dilakukan tidak serta-merta pada wilayah tertentu, melainkan dilaksanakan secara merata di berbagai daerah Indonesia.

c. Peningkatan kebebasan

Peningkatan kebebasan ini dapat dilakukan dengan upaya-upaya melalui perluasan aksesibilitas dan pilihan-pilihan kesempatan yang sesuai dengan standar kemanusiaan, kemampuan, dan aspirasi masyarakat.

Sumber : https://www.youtube.com/@GremoshaSmana “Kesejahteraan Penduduk sebagai Hasil Pembangunan 🌏 | Tugas Geografi Kelas XII | Kelompok 6”

Baca juga: Pembangunan Berkelanjutan (LKPD Geografi XII)

2. Indikator Indeks Kesejahteraan

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui indikator kesejahteraan sosial, seperti indeks kualitas hidup secara fisik, indeks kemajuan sosial, dan yang terbaru indeks pembangunan manusia. Mengukur kesejahteraan harus mengintegrasikan kesejahteraan objektif dan subjektif. Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun mengeluarkan publikasi tentang indikator kesejahteraan rakyat yang menyajikan delapan bidang, mencakup kependudukan, pendidikan, kesehatan dan gizi, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, kemiskinan, dan penyelenggaraan sosial lainnya yang menjadi acuan dalam upaya peningkatan kualitas hidup (BPS, 2021).

Selain indikator yang diungkapkan oleh BPS, ternyata dari beberapa pihak juga memodifikasi indikator tersebut. Salah satunya menggunakan indeks kebahagiaan masyarakat. Ini mengingat bahwa tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat juga berbeda-beda. Misalnya masyarakat Batak yang menganggap harus tercapainya 3H, yaitu hamoraon (banyak harta), hasangapon (dihormati), dan hagabeon (kesuburan, banyak keturunan). Adapun masyarakat Jawa dengan gemah ripah loh jinawi, artinya tentram, makmur, dan sangat subur tanahnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Delapan bidang sesuai standar BPS dapat dikelompokkan menjadi tiga indikator melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM menjadi suatu indikator dalam mengukur kesuksesan pembangunan sekaligus menjadi tolok ukur kesejahteraan suatu wilayah (Bustamam et al., 2021). Tiga indikator IPM adalah angka harapan hidup pada waktu lahir (life expectancy at birth), angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah (mean years of schooling), serta kemampuan daya beli (purchasing power parity). Angka harapan hidup mengukur dimensi umur panjang dan hidup sehat, angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah mengukur dimensi pengetahuan atau pendidikan, serta kemampuan daya beli mengukur standar hidup yang layak (BRS, 2021).

Angka harapan hidup saat lahir merupakan rata-rata perkiraan lamanya waktu (dalam tahun) yang bisa dijalani oleh seseorang selama hidupnya. Pentingnya umur harapan hidup terletak pada keyakinan seseorang akan berharganya umur panjang. Secara tidak langsung juga berkaitan dengan berbagai faktor lain seperti nutrisi yang cukup dan kesehatan yang baik (BRS, 2021).

Dimensi pengetahuan merefleksikan kemampuan masyarakat dalam mengakses pendidikan. Khususnya pendidikan yang berkualitas baik dan produktif. Penggunaan angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah dapat memberi gambaran yang lebih relevan terkait dimensi pendidikan beserta perubahannya (BRS, 2021).

Pendapatan Nasional Bruto (PNB)

Dimensi kemampuan daya beli yang diwakili oleh indikator standar hidup layak menggunakan data Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita dalam pengukurannya. Namun, data tersebut tidak tersedia pada tingkat daerah sehingga memakai alternatif lain, yaitu indikator pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan. Salah Satu IndikatorIndeks Kesejahteraan Indikator pengeluaran riil per kapita dapat menggambarkan pendapatan masyarakat dan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai output dari hasil semakin membaiknya perekonomian (BRS, 2021). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi IPM, maka dapat dikatakan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan rakyat di suatu daerah atau negara.

Berdasarkan peta di atas, menunjukkan bahwa rata-rata provinsi di Indonesia memiliki IPM tingkat tinggi dan sedang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2021), seluruh provinsi mengalami peningkatan IPM. Sejak tahun 2018, sudah tidak ada provinsi dengan status pembangunan manusia kategori rendah, setelah status pembangunan manusia di Provinsi Papua meningkat dari kategori rendah menjadi sedang. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan kesejahteraan yang cukup signifikan.

Beralih pada konteks capaian kesejahteraan masyarakat negara kita. Indonesia menunjukkan arah positif dalam sejumlah indikator kesejahteraan sosial. Meskipun masih terjadi lonjakan kepadatan penduduk dan tingkat pengangguran. Berdasarkan laporan statistik Indonesia tahun 2022, terjadi peningkatan angka harapan hidup penduduk. Angka harapan hidup mencapai 73,5 tahun atau naik 0,1 dari tahun sebelumnya (Nugraheni, 2022)

Rincian Aktivitas Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan dan saksikan dengan baik penjelasan tentang Kesejahteraan Penduduk sebagai Hasil Pembangunan yang terkandung pada video diatas !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Pengertian Kesejahteraan
    • Indikator Indeks Kesejahteraan
  4. Amati kembali isi video dengan seksama siapkan catatan kemudian amati hal-hal sebagai berikut
    • Faktor yang mempengaruhi Indikator Indeks Kesejahteraan
    • Sebaran Indeks Kesejahteraan penduduk Indonesia

Pertanyaan

  1. Sebutkan Pengertian Kesejahteraan?
  2. Sebutkan 3 (tiga) Indikator Indeks Kesejahteraan?
  3. Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
    • Sebutkan 3 (tiga) Faktor yang mempengaruhi Indikator Indeks Kesejahteraan
    • Sebutkan 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi Sebaran Indeks Kesejahteraan penduduk Indonesia

Quiz

Kesejahteraan Penduduk sebagai Hasil Pembangunan

Mata Pelajaran Geografi Kelas XII SMA/MA

1 / 10

Dalam konteks disparitas wilayah di Indonesia, Kawasan Timur Indonesia (KTI) cenderung memiliki IPM yang lebih rendah dibandingkan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Faktor geografis utama yang menjadi tantangan pemerataan IPM di KTI adalah...

2 / 10

Hubungan antara IPM dan Bonus Demografi dapat dijelaskan sebagai berikut: Bonus Demografi hanya akan menjadi 'bencana demografi' jika...

3 / 10

Mengapa penggunaan indikator 'Pengeluaran per Kapita Disesuaikan' (Purchasing Power Parity) dalam menghitung IPM dianggap lebih adil daripada menggunakan pendapatan nominal semata?

4 / 10

Pemerintah daerah A gencar melakukan pembangunan puskesmas di daerah terpencil dan memberikan subsidi makanan bergizi untuk ibu hamil. Jika program ini berhasil, komponen IPM manakah yang akan mengalami peningkatan paling signifikan secara langsung?

5 / 10

Sebuah provinsi memiliki Sumber Daya Alam (SDA) migas yang melimpah dan PDRB yang sangat tinggi, namun nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya masih tergolong sedang. Analisis yang paling tepat untuk menjelaskan fenomena tersebut adalah...

6 / 10

Kualitas Non-Fisik dan Revolusi Industri 4.0 Pemerintah gencar membangun infrastruktur digital ("Langit Tol") hingga ke pelosok desa untuk menunjang kesejahteraan penduduk di era 4.0. Namun, di beberapa desa tertinggal, infrastruktur internet ini justru digunakan untuk kegiatan negatif (judi online/hoaks) daripada kegiatan produktif.

Langkah strategis paling tepat untuk mengatasi masalah kualitas penduduk non-fisik tersebut adalah...

7 / 10

Indeks Kebahagiaan dan Pembangunan Kota Kota "Metropolis" memiliki fasilitas kesehatan terlengkap, mal mewah, dan sekolah internasional. Namun, survei Indeks Kebahagiaan penduduknya justru lebih rendah dibandingkan penduduk di desa agraris yang fasilitasnya minim.

Evaluasi yang paling logis mengenai hasil pembangunan di Kota Metropolis adalah...

8 / 10

Infrastruktur dan Kesejahteraan Fisik Di wilayah pegunungan Papua, angka stunting (gagal tumbuh) pada balita masih cukup tinggi meskipun sumber daya alam melimpah. Faktor geografis yang menjadi penghambat utama peningkatan kesejahteraan fisik (gizi) di wilayah tersebut adalah...

9 / 10

Bonus Demografi dan Kualitas Penduduk Perhatikan grafik piramida penduduk Indonesia tahun 2030 yang diperkirakan berbentuk stationer dengan bagian tengah (usia produktif) yang sangat gemuk.

Jika pemerintah gagal meningkatkan kualitas kesehatan dan pelatihan vokasi (keterampilan) pada dekade ini, dampak sosial-ekonomi terburuk yang akan terjadi pada tahun 2030 adalah...

10 / 10

Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sebuah provinsi di Indonesia memiliki nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang sangat tinggi berkat sektor pertambangan. Namun, data BPS menunjukkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi tersebut masih berada di kategori "Sedang", dengan skor harapan hidup dan rata-rata lama sekolah yang rendah.

Analisis yang paling tepat terkait fenomena ketimpangan tersebut adalah...

Your score is

The average score is 20%

0%

Recommended For You

About the Author: SudutEdukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *