Penduduk Sebagai Sumberdaya Pembangunan (LKPD Geografi XI)

1. Pengertian Sumber Daya Manusia

Penduduk Sebagai Sumberdaya Pembangunan. Sumber daya manusia (SDM) dapat dibagi menjadi dua pengertian, yaitu pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Pengertian SDM secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik instansi maupun perusahaan. SDM merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir, dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi.

2. Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia memiliki peran masing-masing dalam perkembangannya. Menyangkut jumlah sumber daya manusia, sedangkan kualitas merupakan mutu dari sumber daya manusia yang menyangkut kemampuan fisik dan non fisik.

Dalam pembangunan suatu bangsa, kualitas sumber daya manusia yang lebih dipentingkan dibandingkan kuantitasnya. Apabila kuantitas sumber daya manusia tidak diimbangi dengan kualitasnya akan menjadikan beban pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, untuk kepentingan percepatan pembangunan, suatu negara menjadikan kualitas sumber daya alam menjadi
persyaratan utama.

Kualitas sumber daya manusia dapat dinyatakan dalam hal kemampuan bekerja, berpikir, dan keterampilan lainnya. Kualitas dapat dibagi menjadi dua aspek utama, yaitu fisik dan non fisik. SDM pada aspek fisik ditinjau dari kesehatan dan gizi masyarakat. Sedangkan, pada aspek non fisik berupa kecerdasan dan mental. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM yang baik dibutuhkan peran dari pemerintah yang mana harus menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.

3. Kuantitas Penduduk

A. Distribusi Penduduk/Migrasi

Luas daratan di Indonesia adalah sebesar 1,92 juta kilometer persegi dengan jumlah kepadatan penduduk Indonesia sebanyak 141 jiwa per kilometer persegi. Berdasarkan data dari perbandingan sensus penduduk tahun 2010 dan 2020, kepadatan penduduk mengalami penurunan. Pada sensus penduduk tahun 2010 yaitu sebanyak 124 jiwa per kilometer persegi, sedangkan pada hasil sensus penduduk tahun 2020 mencapai 107 jiwa per kilometer persegi. (Data BPS, 2020).

Negara Indonesia memiliki daratan yang luas, namun tidak diimbangi dengan pemerataan distribusi penduduknya. Pulau Jawa merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi dibandingkan pulau-pulau lainnya. Meskipun luas wilayah geografisnya hanya mencakup sekitar tujuh persen dari seluruh wilayah Indonesia, pulau Jawa adalah rumah bagi 151,59 juta jiwa atau 56,10% dari penduduk Indonesia.

Sebaran penduduk terbesar kedua setelah pulau Jawa adalah pulau Sumatra. Jumlah penduduk Pulau Sumatra adalah sebanyak 58,56 juta jiwa atau sebesar 21,68% dari penduduk Indonesia. Selain itu, penduduk di Indonesia menyebar di wilayah-wilayah lain, yaitu di pulau Sulawesi sebesar 7,36%, pulau Kalimantan sebesar 6,15%, dan di wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Maluku Papua masing masing sebesar 5,54% dan 3,17%. Distribusi penduduk yang tidak merata menyebabkan dampak positif dan negatif pada bidang ekonomi, sosial, politik, maupun lingkungan.

Baca juga: Keragaman Flora dan Fauna Indonesia (LKPD Geografi XI)

B. Komposisi Penduduk

1. Penduduk berdasarkan generasi

Struktur penduduk merupakan salah satu modal pembangunan ketika jumlah penduduk pada usia produktif lebih besar dibandingkan usia tidak produktif. Berdasarkan pada hasil sensus penduduk tahun 2020, mayoritas penduduk Indonesia termasuk dalam Generasi Z dan Milenial. Jumlah proporsi Generasi Z adalah 27,94% dari total populasi penduduk Indonesia, dan Generasi Milenial sebanyak 25,87% dari total populasi penduduk Indonesia. Generasi Z dan Milenial ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian. (Data BPS, 2021).

Secara demografi, penduduk Generasi X dan Milenial merupakan kelompok usia produktif pada tahun 2020. Sedangkan Generasi Z mencakup penduduk usia belum produktif dan produktif. Dalam waktu sekitar tujuh tahun mendatang, semua Generasi Z akan berada dalam kelompok penduduk usia produktif. Hal ini menjadikan peluang sekaligus tantangan, karena generasi ini berpotensi menjadi penentu terhadap pembangunan masa depan Negara Indonesia.

2. Komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur

Proporsi penduduk di Indonesia berdasarkan usia produktif (15–64 tahun) terus meningkat sejak tahun 1971. Pada tahun 1971, proporsi penduduk pada kelompok usia produktif adalah 53,39% dari total penduduk. Pada tahun 2020 terjadi peningkatan menjadi 70,72%. Perhitungan sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan bahwa persentase penduduk pada usia produktif lebih tinggi daripada usia tidak produktif (usia 0–14 tahun dan 65 tahun ke atas). Proporsi persentase penduduk pada usia produktif yang lebih tinggi dibandingkan penduduk pada usia tidak produktif tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam masa era bonus demografi.

Pembangunan di Indonesia selama ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup penduduknya. Hal ini dapat tercermin dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia. Konsekuensi dari peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia adalah jumlah proporsi penduduk lanjut usia yang mengalami peningkatan (usia 60 tahun ke atas). Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, proporsi penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat dari 7,59% pada tahun 2010 menjadi 9,87% pada tahun 2020. Situasi ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang dalam masa transisi menuju era aging population yang ditandai dengan jumlah persentase penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai lebih dari 10%.

3. Rasio jenis kelamin

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, jumlah penduduk laki-laki diIndonesia sebanyak 136,66 juta jiwa, atau 50,58% dari penduduk Indonesia. Sementara itu, jumlah penduduk perempuan sebanyak 133,54 juta jiwa, atau 49,42% dari penduduk Indonesia. Berdasarkan pada kedua informasi tersebut, rasio jenis kelamin penduduk Indonesia adalah 102. Artinya, pada tahun 2020 terdapat 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Indonesia (Data BPS, 2021).

Secara umum rasio jenis kelamin di Indonesia pada tahun 2020 menunjukkan pola penurunan seiring dengan bertambahnya usia. Rasio jenis kelamin tertinggi pada kelompok usia 0–9 tahun adalah sebesar 107, dan terendah pada kelompok usia 75 tahun ke atas adalah 79. Rasio jenis kelamin pada usia 75 tahun ke atas yang sebesar 79 menandakan bahwa jumlah penduduk lanjut usia perempuan lebih banyak daripada jumlah penduduk lanjut usia laki-laki.

Hasil sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan bahwa rasio jenis kelamin pada level provinsi selaras dengan rasio jenis kelamin pada level nasional, yaitu jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan. Namun, terdapat dua provinsi di Indonesia yang jumlah penduduk laki-lakinya lebih sedikit dibandingkan penduduk perempuan, yaitu Sulawesi Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rincian Aktivitas Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan gambar tentang piramida penduduk Indonesia berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin data BPS tahun 2024.
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Pengertian Sumber Daya Manusia
    • Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Manusia
    • Kuantitas Penduduk
    • Komposisi Penduduk
  4. Perhatikan kembali gambar tentang piramida penduduk Indonesia berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin data BPS tahun 2024, kemudian diskusikan tentang makna yang terkandung dalam gambar tersebut

Pertanyaan

  1. Sebutkan Pengertian Sumber Daya Manusia
  2. Sebutkan perbedaan Kuantitas dan Kualitas Sumber Daya Manusia
  3. Sebutkan 2 (dua) macam Komposisi Penduduk
  4. Berikut adalah ringkasan data penduduk Indonesia tahun 2024 (dalam ribuan jiwa) berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS):
Kelompok UmurLaki-Laki (Ribu Jiwa)Perempuan (Ribu Jiwa)Total (Ribu Jiwa)
0-14 (Muda)34.06932.58966.658
15-64 (Produktif)99.66396.084195.747
65+ (Lansia)9.67010.82320.493
TOTAL143.402139.496282.898
(Data diolah dari Proyeksi Penduduk BPS 2024)

Aktivitas 1: Literasi Data (Pilihan Ganda)

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan tabel data di atas!

  1. Berdasarkan data di atas, kelompok umur manakah yang memiliki jumlah penduduk paling besar? a. Kelompok Umur 0-14 Tahun b. Kelompok Umur 15-64 Tahun c. Kelompok Umur 65+ Tahun d. Jumlah Laki-laki Lansia
  2. Jika kita membandingkan jumlah laki-laki dan perempuan pada kelompok usia Lansia (65+), manakah pernyataan yang BENAR? a. Jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan. b. Jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. c. Jumlah keduanya sama persis. d. Tidak ada data yang mendukung.
  3. Total penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia mencapai angka mendekati: a. 66 Juta Jiwa b. 100 Juta Jiwa c. 195 Juta Jiwa d. 282 Juta Jiwa

Aktivitas 2: Analisis Kritis (Uraian)

Jawablah dengan kalimatmu sendiri!

Soal 1: Menggambar Mental Jika data di atas digambarkan menjadi sebuah piramida, menurutmu apakah bentuknya akan seperti Segitiga Sempurna (lebar di bawah, runcing di atas) atau seperti Granat/Batu Nisan (mengecil di bawah, menggembung di tengah)? Jelaskan alasanmu berdasarkan angka pada kelompok umur 0-14 dibanding 15-64!

Jawaban : …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Soal 2: Tantangan Bonus Demografi Diketahui jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) sangat besar. Bayangkan jika kamu adalah seorang Presiden, apa satu masalah utama yang mungkin muncul jika penduduk usia produktif ini tidak memiliki keahlian atau pekerjaan?

Jawaban : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Soal 3: Studi Kasus Lansia Mengapa pada kelompok usia 65+ (Lansia), jumlah perempuan (10,8 juta) lebih banyak dibandingkan laki-laki (9,6 juta)? Hubungkan jawabanmu dengan konsep “Angka Harapan Hidup”.

Jawaban: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Kesimpulan
Buatlah satu kalimat kesimpulan mengenai kondisi penduduk Indonesia tahun 2024! …………………………………

Quiz

Penduduk Sebagai Sumberdaya Pembangunan

Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA/MA

1 / 10

Penduduk yang besar bisa menjadi pasar potensial (demand side) sekaligus beban. Kondisi di mana penduduk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat terjadi apabila...

2 / 10

Di era Revolusi Industri 4.0, otomatisasi mengancam pekerjaan manual. Bagaimana seharusnya kebijakan kependudukan beradaptasi agar penduduk tetap menjadi aset pembangunan?

3 / 10

Peran perempuan dalam pembangunan sering diukur melalui GDI (Gender-related Development Index). Mengapa pemberdayaan ekonomi perempuan dianggap pengungkit (leverage) yang kuat bagi kesejahteraan keluarga dan negara?

4 / 10

Pendidikan vokasi (kejuruan) sering didorong pemerintah sebagai solusi kependudukan. Apa alasan strategis di balik kebijakan ini dalam kaitannya dengan dunia industri?

5 / 10

Sebuah negara memiliki piramida penduduk berbentuk 'batu nisan' (stasioner menuju konstruktif) dengan jumlah lansia yang semakin mendominasi. Apa tantangan ekonomi utama yang akan dihadapi negara tersebut?

6 / 10

Indonesia sedang mengalami fase bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif. Namun, kondisi ini dapat berubah menjadi 'bencana demografi' apabila tidak diimbangi dengan...

7 / 10

Mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dianggap sebagai indikator yang lebih komprehensif dalam mengukur keberhasilan penduduk sebagai modal pembangunan dibandingkan hanya melihat pertumbuhan ekonomi (PDB)?

8 / 10

Fenomena 'Brain Drain' atau perpindahan tenaga ahli ke luar negeri sering terjadi di negara berkembang. Dampak jangka panjang fenomena ini terhadap pembangunan nasional adalah...

9 / 10

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, tingginya angka stunting (gagal tumbuh) pada balita bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi masa depan karena...

10 / 10

Urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan desa kehilangan tenaga kerja produktif di sektor pertanian. Strategi pembangunan apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini dari sisi kependudukan?

Your score is

The average score is 0%

0%

Recommended For You

About the Author: SudutEdukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *