A. Dinamika Kependudukan
1. Pengertian Penduduk
Kependudukan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kondisi keberlangsungan lingkungan yang berkelanjutan di suatu wilayah. Penduduk juga sangat memengaruhi pertumbuhan dan perubahan lingkungan yang tercepat di dunia. Pertumbuhan penduduk akan memberikan pengaruh yangcukup besar bagi lingkungan seperti yangdialami oleh setiap negara
Dinamika kependudukan sangat pentinguntuk dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan di masa yang akan datang. Data kependudukan perlu diperhatikan untuk proyeksi dari perencanaan pertumbuhan penduduk.
Perkembangan jumlah penduduk antara negara berkembang dan negara maju menimbulkan dampak yang berbeda pada faktor kemiskinan, ekonomi, kesehatan, jasa sosial, dan lingkungan. Hambatan dalam proses pembangunan di negara berkembang adalah faktor kependudukan tingkat fertilitas, tingkat morbiditas, dan mortalitas yang sangat tinggi, tetapi harapan hidup yang rendah. Berbeda dengan negara maju dan berpenghasilan menengah yang bercirikan memiliki tingkat fertilitas rendah, jumlah populasi cenderung tetap stabil atau bahkan menurun. Negara-negara tersebut akan mengalami penyusutan populasi usia kerja dan penuaan populasi yang cepat.
Dinamika penduduk dapat dilihat dari besarnya pertumbuhan penduduk.Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan dinamis antara faktor yang menambah jumlah penduduk dan faktor yang mengurangi jumlah penduduk. Perubahan dinamika penduduk dikelompokkan menjadi faktor alami berupa kelahiran (natalitas) dan kematian (mortalitas), Sementara itu, faktor non alami berupa perpindahan penduduk (migrasi)
2. Pertambahan Penduduk Dunia dan Indonesia dari Waktu ke Waktu
a. Pertumbuhan Penduduk Dunia
Dinamika populasi merupakan bagian dari ekologi yang berhubungan dengan variasi waktu dan ruang dari ukuran dan kepadatan populasi untuk satu atau lebih spesies (Begon, 1990). Data tentang kependudukan merupakan bidang yang bersifat dinamis atau dapat berubah. Jumlah kelahiran populasi penduduk dunia dalam beberapa tahun terakhir pun mengalami perubahan yang signifikan. Namun, populasi global masih tumbuh lebih dari 80 juta per tahun, dan kemungkinan akan terus bertambah (Population Matters, 2021).
Setiap dua tahun, PBB membuat proyeksi pertumbuhan penduduk di masa depan. Proyeksi median terbarunya adalah perkiraan populasi 9,7 miliar pada tahun 2050 dan 10,9 miliar pada tahun 2100. Karena banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk, PBB membuat berbagai proyeksi tergantung pada asumsi yang berbeda.
Dalam kisaran kepastian 95%, perbedaan populasi pada tahun 2100 dari proyeksi tertinggi ke terendah hampir 4 miliar orang sampai lebih dari setengah populasi yang ada saat ini. Sejak Perang Dunia Kedua, populasi global menjadi bertambah satu miliar jiwa setiap 12 sampai 15 tahun. Populasi saat ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 1970.
Masalah-masalah sosial
Pertumbuhan penduduk yang cepat menjadi hambatan utama untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan banyaknya jumlah populasi manusia menyebabkan kesulitan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Contoh hambatan tersebut seperti kelaparan, kemiskinan, kesetaraan gender, kesehatan, dan pendidikan.
Kemiskinan merupakan pendorong dan prediktor pertumbuhan penduduk yang signifikan. Total populasi di negara-negara tertinggal yang ditunjuk oleh PBB diproyeksikan meningkat dari lebih dari 1 miliar pada tahun 2020 menjadi 1,76 miliar pada tahun 2050.
Lebih dari setengah populasi dunia selama sisa abad ini akan berada di Afrika sub-Sahara. Meskipun menurun, tingkat kesuburan (rata-rata jumlah anak per wanita) tetap tinggi di sebagian besar negara Afrika. Karena tingkat kesuburannya yang tinggi, Afrika sub-Sahara memiliki populasi yang sangat muda 60% dari populasi berusia kurang dari 25 tahun. Itu berarti bahwa banyak orang memasuki tahun-tahun subur mereka. Berkat perbaikan akses ke perawatan kesehatan, harapan hidup meningkat dan kematian anak menurun, yang berarti sekarang ada lebih banyak generasi yang hidup pada saat yang sama.
b. Pertumbuhan Penduduk di Indonesia
Jumlah penduduk di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2010 berjumlah 237,63 juta jiwa. Selanjutnya pada tahun 2020 meningkat menjadi 270,20 juta jiwa. Hasil sensus penduduk tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2010 menunjukkan penambahan jumlah penduduk sebanyak 32,56 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 3,26 juta setiap tahun. Rata-rata kenaikan jumlah penduduk secara keseluruhan hampir mencapai 20% setiap 10 tahunnya (Data BPS, 2021).
Indonesia mengalami laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.49% atau sekitar empat juta jiwa per tahun dan termasuk dalam kategori sedang, karena tumbuh berkisar 1-2% per tahun. Sementara itu, target pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,19% atau sekitar satu sampai dua juta per tahun (Data BPS, 2021).
Keadaan jumlah penduduk Indonesia yang besar tentunya membutuhkan perhatian yang besar dari pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan penduduk. Jumlah penduduk setiap wilayah berbeda-beda, demikian juga dengan angka pertumbuhan penduduknya. Salah satu penyebab pertumbuhan jumlah penduduk adalah tingginya angka kelahiran dan rendahnya angka kematian. Jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar merupakan masalah serius, terutama di daerah perkotaan. Karena semakin besar jumlah penduduk, maka semakin banyak masalah yang dihadapi oleh suatu daerah. Misalnya, dengan pertambahan jumlah penduduk maka harus diimbangi dengan penambahan sarana dan prasarana yang diperlukan, seperti sekolah, perumahan, alat transportasi, dan lain sebagainya.
Pemerintah harus mengendalikan jumlah penduduk agar negara dapat menyusun perencanaan pembangunan yang baik. Salah satu langkah untuk mengendalikan jumlah penduduk dapat dimulai dengan mengetahui jumlah dan pertumbuhan penduduk.
3. Pertumbuhan Penduduk dan Cara Menghitungnya
a. Pertumbuhan penduduk alami
Pertumbuhan penduduk alami merupakan cara paling sederhana dalam penentuan pengamatan dinamika kependudukan. Pada dasarnya pengukuran pertumbuhan penduduk alami diperoleh dari selisih angka kelahiran dan angka kematian dalam satu tahun. Pertumbuhan penduduk dinyatakan dalam per seribu (sumber.belajar.kemdikbud.go.id).
Berikut contoh pertumbuhan penduduk alami kota Malang dan cara menghitungnya. Kota Malang merupakan satu diantara kota sedang di Propinsi Jawa Timur. Pada Sensus penduduk tahun 2020 dihasilkan jumlah penduduk Kota Malang 843.810 jiwa, jumlah kelahiran 1521 jiwa, dan jumlah meninggal 1333 jiwa. Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan penduduk alami Kota Malang adalah dapat dihitung sebagai berikut: P = L – M P = 1521 – 1333 = 188 jiwa Jadi pertumbuhan penduduk alami Kota Malang:
188 : 843.810 X 100% = 0,02%.
Hasil tersebut menggambarkan bahwa pertumbuhan penduduk alami Kota Malang tergolong rendah. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi rendahnya pertumbuhan alami penduduk di kota tersebut, yakni:
- tingkat kelahiran bayi yang rendah,
- tingkat kematian yang rendah, dan
- tingkat kesehatan penduduk kota relatif baik.
b. Pertumbuhan Penduduk Non Alami
Pertumbuhan penduduk non alami diperoleh dari perhitungan selisih antara penduduk pendatang (imigran) dengan penduduk emigrasi (migrasi keluar). Disebut juga dengan pertumbuhan penduduk akibat perpindahan penduduk atau migrasi (sumber.belajar.kemdikbud.go.id).
Dipengaruhi oleh faktor imigrasi dan emigrasi yang dilakukan oleh penduduk di suatu daerah. Imigrasi adalah perpindahan penduduk yang berasal dari luar daerah dengan bertujuan menetap. Sementara itu, emigrasi adalah perpindahan penduduk keluar daerah dengan tujuan untuk menetap.
Pertumbuhan penduduk non alami diperoleh dari perhitungan selisih antara imigrasi dengan emigrasi. Pertumbuhan penduduk nonalami disebut juga dengan pertumbuhan penduduk akibat perpindahan penduduk atau migrasi (sumber.belajar.kemdikbud.go.id).
Sebaliknya contoh berikut adalah cara menghitung pertumbuhan penduduk non alami Kota Malang. Sensus penduduk tahun 2020 menunjukan hasil jumlah penduduk 843810 jiwa, jumlah penduduk datang/imigrasi 5423 jiwa, dan penduduk yang keluar/emigrasi 3274 jiwa. Bersadarkan data tersebut pertumbuhan penduduk non alami kota Malang adalah: P = I – E P = 5423 – 3274 = 2149 jiwa Jadi pertumbuhan penduduk non alami Kota Malang adalah P= 2149 : 843.810 x 100 = 0,25%.
Hasil tersebut menggambarkan bahwa di Kota Malang pertumbuhan penduduk non alam juga sedang berlangsung. Pertumbuhan penduduk non alam tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:
- daya tarik Kota Malang sebagai kota pendidikan,
- wilayah Kota Malang yang nyaman untuk tempat tinggal, dan
- lapangan kerja yang relatif terbuka, terutama di sektor kuliner.
Bagaimana dengan wilayah kalian, apakah juga terjadi pertumbuhan penduduk non alami atau sebaliknya malah turun? Tentu sangat menarik kalau hal tersebut dapat kalian pelajari.
Baca juga: Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia (LKPD Geografi XI)
c. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total menggambarkan besarnya laju pertumbuhan penduduk suatu wilayah selama periode tahun tertentu dengan memperhatikan faktor angka kelahiran (natalitas), angka kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi). Dihitung dari selisih jumlah angka kelahiran dengan kematian yang selanjutnya ditambah dengan selisih dari pertumbuhan penduduk non alami (sumber.belajar.kemdikbud.go.id).
Pada contoh berikut akan dihitung pertumbuhan penduduk total. Sensus penduduk tahun 2020 menunjukan jumlah penduduk kota Malang 843.810 jiwa. Jumlah kelahiran 1521 Jiwa, sedangkan kematian 1333 jiwa. Sementara jumlah penduduk datang/imigrasi 5423 jiwa dan penduduk yang keluar/emigrasi 3274. Berdasarkan data tersebut pertumbuhan penduduk total Kota Malang adalah:
P = (L – M) + (I – E) P = (1521 – 1333) + (5423 – 3274) = 188 + 2149 = 2337 Jiwa. Jadi pertumbuan penduduk tiap tahun kota Malang adalah: 2337 : 843.810 x 100% = 0,27%. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk total Kota Malang tergolong rendah, karena kurang dari 1%.
Rendahnya pertumbuhan penduduk total tersebut dipengaruhi faktor alamiah dan non alamiah, antara lain:
- kesadaran penduduk terhadap keluarga kecil yang relatif tinggi,
- tingkat kesehatan penduduk yang relatif tinggi, dan
- tingkat pendidikan penduduk yang relatif tinggi.
Tentu pertumbuhan penduduk yang rendah tersebut harus kita syukuri sebagai hasil pembangunan secara keseluruhan. Bagaimana dengan wilayah kalian? Cobalah belajar menghitung pertumbuhan alami, non alami, dan pertumbuhan penduduk daerah kalian masing-masing.
Rincian Aktivitas Pembelajaran
- Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
- Perhatikan dan saksikan dengan baik penjelasan tentang Penduduk sebagai Sumber Daya Manusia yang terkandung pada video diatas !
- Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
- Pengertian Penduduk
- Pertambahan Penduduk Dunia dan Indonesia dari Waktu ke Waktu
- Pertumbuhan Penduduk dan Cara Menghitungnya
- Amati kembali isi video dengan seksama siapkan catatan kemudian amati hal-hal sebagai berikut
- Pengertian Sumber Daya manusia baik mikro maupun makro
- Distribusi Penduduk Indonesia
- Komposisi penduduk
- Kualitas penduduk
Pertanyaan
- Sebutkan pengertian penduduk?
- Jelaskan faktor-faktor utama yang memicu terjadinya ledakan penduduk dunia (population explosion) khususnya setelah era Revolusi Industri dan Revolusi Hijau!
- Diketahui data penduduk Desa Sukamaju pada tahun 2023 adalah sebagai berikut: jumlah kelahiran sebanyak 150 jiwa dan jumlah kematian sebanyak 65 jiwa. Hitunglah pertumbuhan penduduk alaminya dan jelaskan makna dari hasil angka tersebut!
- Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
- Sebutkan Pengertian Sumber Daya manusia baik mikro maupun makro
- Urutkan berdasarkan pulau persentase penduduk tertinggi hingga terendah di Indonesia.
- Sebutkan 3 (tiga) jenis komposisi penduduk
- Sebutkan 3 (tiga) indikator Kualitas penduduk