Panduan Peraturan Kelas Agar Lebih Produktif

Mengapa Aturan Kelas Itu Penting

Panduan Peraturan Kelas Agar Lebih Produktif. Aturan kelas lebih dari sekadar daftar di dinding; aturan tersebut merupakan fondasi tahun ajaran yang sukses. Aturan yang jelas dan konsisten menentukan bagaimana kita, para pendidik, ingin kelas kita berjalan. Ketika siswa memahami batasan dan apa yang diharapkan dari mereka, mereka tidak hanya akan tahu bagaimana memperlakukan satu sama lain, tetapi juga lebih mungkin untuk tetap terlibat dalam pembelajaran.

Libatkan Siswa dalam Proses Pembuatan Aturan

Cara efektif untuk membuat anak-anak mematuhi aturan adalah dengan mengajak mereka membuatnya bersama Anda. Penelitian menunjukkan bahwa pembuatan aturan secara kolaboratif membantu siswa memiliki rasa memiliki, bertanggung jawab atas ekspektasi, serta lebih menghormati aturan karena mereka turut menciptakannya.

Ini bukan berarti siswa bebas menentukan sendiri semua aturan kelas; hanya saja Anda dapat memandu percakapan dengan cara yang bermanfaat bagi kelas. Berikut beberapa petunjuk untuk membantu Anda memulai.

  • Apa yang membuat kelas terasa aman dan ramah?
  • Perilaku apa yang menghalangi pembelajaran?
  • Bagaimana kita dapat memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar?

Saat siswa bertukar pikiran, tuliskan semua ide mereka, lalu, bersama-sama, persempit menjadi 3-5 ide terbaik. Anda akan terkejut betapa adilnya siswa dalam membuat aturan.

Batasi Jumlah Aturan yang Anda Miliki

Penelitian menunjukkan bahwa orang lebih mudah mengingat informasi ketika dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, terutama jika disimpan dalam tiga hingga lima item. Bayangkan bagaimana kita menghafal nomor telepon; kita biasanya menghafalnya dalam tiga atau empat digit karena lebih mudah diingat. Hal yang sama berlaku untuk aturan kelas. Buatlah daftar aturan yang singkat, artinya tidak lebih dari lima aturan sekaligus, dan pastikan untuk menempelkan aturan-aturan ini secara bersamaan agar lebih mudah diingat.

Komunikasikan Harapan dengan Jelas

Aturan kelas tidak akan berfungsi jika siswa tidak memahaminya. Luangkan waktu untuk mencontohkan setiap aturan dan tunjukkan contohnya. Misalnya, jika salah satu aturan adalah menghormati orang lain dan barang milik mereka, tunjukkan apa artinya: mendengarkan ketika orang lain berbicara tanpa menyela, menggunakan kata-kata yang baik, berbagi barang milik, dan tidak mengambil barang milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Tinjau kembali aturan-aturan ini setiap hari, terutama selama beberapa minggu pertama sekolah. Tempelkan aturan-aturan tersebut di tempat yang mudah dilihat semua siswa dan pertimbangkan untuk bermain peran agar siswa benar-benar memahami apa yang diharapkan dari mereka. Semakin konsisten Anda, semakin mudah bagi siswa untuk mengingatnya.

Hubungkan Aturan dengan Nilai-Nilai Kelas

Pertimbangkan untuk mengaitkan aturan Anda dengan nilai-nilai, alih-alih memberi siswa daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini tidak hanya membuat aturan lebih mudah diingat, tetapi juga membantu membimbing mereka menjadi orang yang peduli dan bertanggung jawab. Berikut beberapa cara untuk merumuskan aturan Anda berdasarkan nilai-nilai yang lebih besar, seperti kebaikan dan rasa hormat.

  • Bersikap baik dan mendukung
  • Hargai diri sendiri dan orang lain
  • Ambil tanggung jawab atas tindakan Anda

Tetapkan Nada Positif Sejak Awal

Peraturan tidak dimaksudkan untuk mengendalikan siswa (meskipun banyak siswa mungkin berpikir demikian); peraturan dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan kelas yang positif. Jadi, alih-alih berfokus pada apa yang tidak boleh dilakukan siswa, fokuslah pada apa yang seharusnya mereka lakukan. Misalnya:

  • Daripada mengatakan, “Jangan bicara ketika orang lain sedang berbicara,” katakanlah, “Dengarkan ketika orang lain sedang berbicara.”
  • Daripada mengatakan, “Dilarang berlari di dalam kelas,” katakan, “Silakan berjalan dengan aman di dalam kelas.”

Menetapkan aturan dengan cara yang positif akan memudahkan penguatan perilaku yang ingin Anda lihat.

Baca juga: Cara Meningkatkan Akuntabilitas Siswa

Tangani Pelanggaran Aturan dengan Adil dan Empati

Bahkan ketika Anda berkolaborasi dengan siswa dalam membuat aturan, mereka akan membuat kesalahan dan melanggar aturan. Bagaimana Anda merespons momen-momen ini akan menentukan suasana untuk sisa tahun ajaran. Sebelum bereaksi, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah ini kesalahan yang hanya terjadi satu kali, atau Anda pernah melihat hal ini terjadi sebelumnya?
  • Apakah siswa memahami aturannya?
  • Apakah ada hal lain yang terjadi dalam kehidupan siswa yang mungkin menjelaskan perilaku ini?

Setelah Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri sendiri, atasi situasi tersebut dengan tenang dengan memberi siswa kesempatan untuk menyampaikan ceritanya. Setelah Anda memahami perspektif mereka, Anda dapat bekerja sama untuk menemukan solusi.

Konsisten

Konsistensi adalah kunci dalam penerapan aturan kelas. Jika Anda menerapkan aturan di suatu hari, lalu mengabaikannya di hari berikutnya, Anda akan memberikan pesan yang membingungkan kepada siswa. Namun, ketika Anda konsisten, hal itu menunjukkan kepada siswa bahwa Anda bersungguh-sungguh dengan apa yang Anda katakan dan aturan tersebut berlaku untuk semua siswa.

Perkuat Perilaku Positif

Selalu beri pengakuan ketika Anda melihat siswa telah mematuhi aturan. Ucapan sederhana, “Terima kasih sudah mengangkat tangan,” atau “Saya menghargai Anda menunggu untuk berbicara,” sangat bermanfaat. Beberapa guru suka menggunakan sistem kelas, seperti memasukkan kelereng ke dalam stoples atau mendapatkan poin kelas ketika seluruh kelas menunjukkan perilaku positif. Yang lain lebih suka pujian singkat atau catatan yang dikirim ke rumah.

Metode penguatan perilaku positif apa pun yang Anda pilih tidak terlalu penting; yang penting adalah pesan yang Anda sampaikan ketika Anda melihat perilaku positif tersebut. Siswa akan merasa diakui, yang akan membantu memotivasi mereka untuk terus membuat pilihan yang baik.

Sesuaikan Aturan Bila Diperlukan

Terkadang aturan tidak berfungsi dan perlu disesuaikan, dan itu tidak masalah. Jangan takut untuk menyesuaikan ekspektasi Anda. Jelaskan saja kepada siswa bahwa perubahan perlu dilakukan karena beberapa aturan tidak berfungsi. Ini menunjukkan kepada siswa bahwa Anda fleksibel dan memastikan bahwa Anda berusaha menjaga budaya kelas tetap kuat.

Perkuat Aturan Sepanjang Pelaksanaannya

Peraturan kelas harus dipatuhi sepanjang tahun ajaran, bukan hanya sesuatu yang Anda tetapkan di awal tahun ajaran lalu diabaikan. Jangan hanya mengingatkan siswa tentang peraturan tersebut ketika Anda mulai menyadari adanya penyimpangan. Ingatkan siswa tentang ekspektasi Anda setiap semester atau ketika siswa kembali setelah libur panjang atau akhir pekan.

Tata tertib kelas menjadi landasan bagi tahun ajaran yang positif dan produktif. Ketika Anda melibatkan siswa dalam penyusunannya dan mencoba menghubungkannya dengan nilai-nilai inti, Anda menciptakan ruang di mana siswa merasa dihormati dan didukung.

Recommended For You

About the Author: SudutEdukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *