Perubahan Perilaku Keruangan sebagai Dampak Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 (LKPD Geografi XII

a. Perubahan Perilaku dalam Desain Rumah Tempat Tinggal

Perubahan Perilaku Keruangan sebagai Dampak Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0. Masyarakat 5.0 merupakan suatu konsep yang dikembangkan oleh Jepang dengan menggambarkan masyarakat yang berpusat pada manusia (human centered) dan berbasis teknologi (technology based). Masyarakat 5.0 merupakan babak baru dari masyarakat informasi (Masyarakat 4.0) untuk menciptakan Masyarakat Super Cerdas (MSC). Pada Masyarakat 4.0, manusia mengumpulkan informasi melalui jaringan dan menganalisisnya. Namun, dalam Masyarakat 5.0, manusia, benda, dan sistem terhubung di dunia maya yang diperoleh oleh Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Konsep Masyarakat 5.0 ini memungkinkan manusia menggunakan teknologi untuk memiliki kehidupan nyaman dan mudah yang serba otomatis (Fukuyama, 2018).

Salah satu wujud transformasi pada Masyarakat 5.0 ialah dengan munculnya desain rumah pintar. Smart home atau rumah pintar ini dirancang dengan bantuan komputer yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, dan penghematan energi. Pada Masyarakat 5.0, manusia memanfaatkan IoT untuk membantu segala sesuatu yang ada di dalam rumah terintegrasi dalam ponsel atau komputer. Selain keberadaan teknologi, memiliki rumah smart home juga sudah mulai sadar akan pentingnya konsep keberlanjutan atau sustainability (Koetsier, 2021). Desain rumah pintar ini bahkan bisa dirancang dengan panel surya yang terhubung pada baterai penyimpanan rumah (Putri, 2019).

Implementasi teknologi internet (IoT) Arbit

Satu contoh kasus di Indonesia terkait smart home ini. Perusahaan Rumah Pintar Indonesia telah menyediakan produk smart home dengan merek Arbit. Produk ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian canggih, modern, efisien, hemat, dan entertaining. Implementasi teknologi internet (IoT) Arbit menghadirkan berbagai kemanfaatan, antara lain sebagai berikut. (Evandio, 2021)

  • Smart plug yang memungkinkan jaringan WiFi dapat terhubung dengan setiap produk elektronik sehingga dapat dikontrol dengan mudah.
  • Steker pintar yang ada pada sistem smart home dapat dinyala-matikan melalui aplikasi sehingga segala perangkat dengan daya listrik 220 V dapat dikendalikan secara fleksibel.
  • Dilengkapi dengan smart door lock. Sistem ini memudahkan penghuni rumah untuk membuka atau mengunci pintu rumah dari smartphone. Gagang pintu smart home ini menggunakan fingerprint, pin, dan kunci pengenal frekuensi radio (Radio Frequency Identification/RFID).
  • Smart infrared remote merupakan pemancar infrared pintar yang dapat dikendalikan melalui aplikasi selama ada jaringan internet.
  • Smart curtain set juga ada dalam smart home ini. Smart curtain set merupakan paket lengkap untuk dapat membuka dan menutup gorden secara otomatis ataupun melalui remote atau aplikasi dan juga perintah suara.
  • Hunian ini dapat dinikmati dengan harga terjangkau dengan layanan pemandunya. (Evandio, 2021).

Smart home dirancang untuk memudahkan hidup dikarenakan sistem automasi melalui smartphone. Selain itu, kehidupan go green juga lebih terasa dikarenakan adanya sistem penghematan energi yang lebih komprehensif dan berdampak pada penghematan biaya. Konsep smart home ini juga meminimalisasi penghuni rumah menyentuh berbagai peralatan elektronik secara langsung sehingga membuat kita lebih aman di tengah pandemi Covid19 seperti saat ini.

Sumber: https://www.youtube.com/@channelbelajargeo4213 Perubahan Perilaku Keruangan Akibat Revolusi Industri 4 0 dan Masyarakat 5 0 #Geografi Kelas XII

b. Perubahan Perilaku dalam Moda Transportasi

Revolusi industri telah membawa pengaruh pada segala aspek kehidupan. Dampak adanya revolusi industri ini memiliki pengaruh besar, salah satunya pada bidang transportasi. Transportasi terus mengalami perkembangan dan kemajuan seiring kemajuan teknologi yang ada. Pada masa 4.0, transportasi konvensional (ojek) semakin berkembang dengan memanfaatkan aplikasi berbasis internet. Menuju Masyarakat 5.0, transportasi akan mengalami transformasi yang berfokus pada aspek self-driving vehicle dan digitalisasi. Transportasi 5.0 mencakup sistem transportasi yang ditentukan oleh perangkat lunak, eksperimen transportasi komputasi O2O (online to offline dan sebaliknya) (Scinteie, 2019).

Transportasi dalam perjalanan waktu terus mengalami kemajuan. Di Indonesia sendiri, transportasi KRL dan MRT mengalami kemajuan menjadi moda transportasi LRT. Ketiganya sama-sama memiliki sumber daya listrik. Namun, semakin berkembangnya teknologi, transformasi masyarakat menuju Masyarakat 5.0 juga membuat transportasi mengalami kemajuan. Pada Masyarakat 5.0 yang mengusung konsep Society 5.0, autonomous vehicles atau kendaraan pintar dapat memudahkan kehidupan manusia.

Salah satu hasil dari penggunaan teknologi dalam transportasi ialah lahirnya Google’s self-driving car atau mobil pintar tanpa sopir. Sistem dalam mobil seperti ini memiliki kecerdasan seperti sensor dari mobil, lalu lintas, informasi real time mengenai cuaca, dan akomodasi. Keberadaan kendaraan pintar ini, dapat mengurangi kecelakaan yang biasa disebabkan oleh manusia (Mardiya, 2019). Salah satu keuntungan dari kendaraan pintar adalah memudahkan mobilitas karena menggabungkan layanan berbagi mobil, sepeda, transportasi umum, dan lain-lain.

c. Perubahan Perilaku dalam Pemanfaatan Energi

Revolusi Industri 4.0 dengan Masyarakat 5.0 sangat berkaitan. Masyarakat 5.0 sebenarnya merupakan komunitas yang hidup dan sudah nyaman tinggal di era Revolusi Industri 4.0. Kenyamanan komunitas ini masuk pada area kota cerdas (smart city). Kota cerdas dan Masyarakat 5.0 memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Kota cerdas membutuhkan penduduk yang memiliki level masyarakat 5.0. Sementara level Masyarakat 5.0 ini akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan di kota cerdas. Pemerintah Indonesia sebenarnya juga menginginkan setiap daerah dapat mencapai tingkat kota cerdas.

Ada kata kunci yang membuat suatu kota dapat disebut cerdas, yaitu bagaimana proses sistem informasi berjalan di kota tersebut. Pendekatan yang digunakan antara lain keterkaitan dengan lingkungan, konsumsi energi, transportasi, layanan kesehatan, ekonomi, tata kelola, dan pendidikan. Lalu, sebenarnya apa peranan energi terbarukan pada Masyarakat 5.0? Apakah ini merupakan alternatif dari era Revolusi Industri 4.0? Setiap revolusi memiliki perubahan masing-masing. Dimulai dari Revolusi Industri 1.0 dengan penemuan mesin uap, Revolusi Industri 2.0 dengan penemuan listrik, Revolusi Industri 3.0 dengan penemuan komputer, dan Revolusi Industri 4.0 dengan adanya virtual reality, artificial intellegence, big data, dan teknologi lainnya. Begitu juga dengan Masyarakat 5.0 yang memiliki perubahan konsep energi yang baru.

Konsep Masyarakat 5.0

Konsep Masyarakat 5.0 mengedepankan peranan manusia untuk banyak beraktivitas, bekerja, atau kegiatan lainnya. Ini muncul karena menjadi suatu problem masyarakat akibat Revolusi Industri 4.0 (era teknologi). Konsep Masyarakat 5.0 ini menyangkut hajat orang banyak sehingga energi terbarukan menjadi solusinya (Medium, 2020).

Energi terbarukan ini memiliki berbagai keuntungan perubahan. Pertama, lebih ramah lingkungan dan berpusat pada perilaku setiap individu. Kedua, tidak membahayakan karena mudah diperoleh dan aman untuk kesehatan. Ketiga, dapat terus diperbarui. Ini berbeda dengan prediksi bahwa minyak bumi yang dihasilkan hanya sebesar 651.092 pada tahun 2025, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 719.048 (Sa’adah, 2017). Keuntungan-keuntungan ini lebih banyak dirasakan dan untuk memenuhi hajat orang banyak. Hal tersebut sangat sejalan dengan konsep Society 5.0.

Baca juga: Pembangunan Berwawasan Lingkungan (LKPD Geografi XII)

d. Perubahan Perilaku dalam Kegiatan Sosial Ekonomi

Masyarakat 5.0 mencapai tingkat konvergensi yang tinggi antara ruang fisik(ruang nyata) dan ruang maya (ruang virtual). Masyarakat 4.0 mengakses layanan cloud (database) di dunia maya melalui internet serta mencari, mengambil, dan menganalisis informasi atau data. Adapun Masyarakat 5.0, informasi diperoleh dari sensor di ruang fisik yang terakumulasi di dunia maya. Di dunia maya, data besar ini dianalisis dengan kecerdasan buatan (AI) dan hasil analisis diumpankan kembali ke manusia dalam ruang fisik dengan berbagai bentuk.

Skenario dalam Masyarakat 5.0 memiliki enam scene. Jika kita melihat lebih dalam dari segi ekonomi dan sosial, ada dua scene yang perlu kita ketahui. Pertama, drone diterapkan untuk mensurvei properti dan mengirimkan barang. Kedua, smart management. Ini dilihat dari cepatnya layanan cloud baru-baru ini yang sangat menyenangkan pengguna dan perusahaan. Investasi dengan modal rendah dan integrasi yang mudah menguntungkan perusahaan kecil dan menengah serta bisnis individu.

Selain itu, aktivitas ekonomi pada Masyarakat 5.0 ini juga dapat dilihat pada bidang pertanian. Pemanfaatan AI-big data yang terdiri atas beragam informasi, seperti kondisi pasar, data pertumbuhan tanaman, data meteorologi, serta tren dan kebutuhan pangan sangat mendukung perubahanperubahan pada bidang pertanian. Selain itu, juga terdapat peningkatan dalam pemanfaatan robot traktor, drone, distribusi barang sesuai kebutuhan konsumen dengan cepat, dan lain-lain (Firdaus, 2020).

Mengangkat topik ekonomi dan sosial, Indonesia telah berupaya memaksimalkan penggunaan AI untuk dapat menghadapi tantangan pada Revolusi Industri 4.0. Penggunaan AI ini dirancang dengan berbagai sistem untuk dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dapat membantu dalam analisis prediksi kinerja, analisis perilaku konsumen, proyeksi/ perkiraan anggran, perancangan sistem pemasaran, mengurangi downtime, dan meningkatkan produktivitas (Teknova, 2021).

e. Perubahan Perilaku dalam Mitigasi Bencana

Masyarakat 5.0 memanfaatkan teknologi dan keaktifan semua sektor untuk menyiapkan kecerdasan big data. Analisis kecerdasan buatan big data yang terdiri atas beragam informasi, seperti pengamatan daerah rawan bencana oleh satelit, radar cuaca terestrial atau drone, informasi kerusakan berdasarkan sensor struktural, dan informasi kerusakan jalan dari mobil (Dalimunthe, 2018).

Bagi masyarakat secara keseluruhan, solusi dari Masyarakat 5.0 dapat membantu mengurangi kerusakan dan mencapai pemulihan dini akibat bencana. Masyarakat 5.0 diharapkan dapat melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana seperti berikut.

  • Menyediakan tempat penampungan dan informasi bantuan bagi setiap orang melalui smartphone individu dan perangkat lain berdasarkan kondisi bencana dan memindahkan orang dengan aman ke tempat penampungan.
  • Menemukan korban segera melalui pakaian bantuan, robot penyelamat, dan menyelamatkan mereka dari bangunan yang terkena bencana dengan cepat.
  • Pengiriman material bantuan secara optimal melalui drone, kendaraan pengiriman yang dapat mengemudi sendiri, dan lain-lain.
  • Berbagi informasi bencana di seluruh organisasi akan memfasilitasi respon cepat terhadap bencana. Teknologi digital akan digunakan untuk mitigasi bencana.

Implementasi dari Masyarakat 5.0

Capaian menuju Masyarakat 5.0 ini terlihat setelah gempa besar di Jepang. Serangkaian upaya seperti pemantauan lalu lintas untuk memahami perilaku evakuasi manusia dan kondisi jaringan jalan dilakukan dengan menggunakan informasi dari kendaraan dan data GPS smartphone. Fenomena kemacetan segera teratasi untuk menghambat korban lebih lanjut (Dalimunthe, 2018).

Hal ini merupakan suatu implementasi dari Masyarakat 5.0 yang bertujuan memberdayakan semua aktor di masyarakat, melibatkan dan menekankan untuk memungkinkan masing-masing berpartisipasi secara aktif dan hidup dengan aman, nyaman, dan aman. Berbagai risiko bencana dapat dikendalikan dan diminimalisasi dampaknya.

Beralih konteks pada negara kita dengan masyarakatnya yang berubah dengan cepat yang didorong oleh big data. Tampaknya integrasi dunia maya dan ruang fisik masih jauh dari jangkauan. Masa depan yang disebut Masyarakat 5.0 mungkin memiliki peluang untuk diadopsi dan disesuaikan dengan konteks negara dalam lingkungan khusus pencegahan bencana di Indonesia.

Upaya Indonesia mengenai big data

Beberapa upaya Indonesia mengenai big data dalam penanggulangan bencana alam ialah Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) atau Indonesia Disaster Data Information oleh BNPB dan The One Map Initiative oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Contoh lainnya ialah PetaJakarta.org (sekarang PetaBencana.id), yaitu platform online yang mengubah Twitter menjadi pengumpulan data darurat dan layanan peringatan kritis selama banjir. Pada tahun 2015 misalnya, platform ini mampu memetakan 1.000 lokasi banjir di seluruh kota secara real time. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk berkontribusi pada informasi dan interaksi dengan big data (Dalimunthe, 2018). Saat itu informasi mampu memberikan pertanyaan kritis seperti “di mana shelter terdekat?”, “rute mana yang paling aman menuju tempat kerja?”, atau “di mana daerah rawan bencana?”

Data yang diperoleh dari sumber berbeda dalam resolusi spasial dan temporal yang lebih tinggi membawa upaya yang lebih efisien ke dalam manajemen bencana. Munculnya inovasi teknologi termasuk media sosial, sistem berbasis lokasi, ditambah dengan analisis data besar dianggap sebagai alat yang kuat yang dapat membantu siklus manajemen bencana (mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan). Hal ini juga berpotensi untuk menyelamatkan anggaran negara dari redundansi, penipuan, dan penyalahgunaan sumber daya dalam penanggulangan bencana.

Dewasa ini, Indonesia sedang berjuang dengan data mining, akurasi, konsistensi, dan kelengkapan. Keamanan data serta masalah privasi dalam transmisi dan penyimpanan data juga selalu terancam. Pertanyaan selanjutnya tetap ada. Dengan kecerdasan buatan, big data, dan interaksi manusia bertabrakan, bagaimana pengetahuan digunakan? Siapa yang akan memimpin peran dalam pengambilan keputusan? Seperti apa masyarakat masa depan?

Rincian Aktivitas Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan dan saksikan dengan baik penjelasan tentang Perubahan Perilaku Keruangan Akibat Revolusi Industri 4 0 dan Masyarakat 5 0 yang terkandung pada video diatas !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Perubahan Perilaku dalam Desain Rumah Tempat Tinggal
    • Perubahan Perilaku dalam Moda Transportasi
    • Perubahan Perilaku dalam Pemanfaatan Energi
    • Perubahan Perilaku dalam Kegiatan Sosial Ekonomi
    • Perubahan Perilaku dalam Mitigasi Bencana
  4. Amati kembali isi video dengan seksama siapkan catatan kemudian amati hal-hal sebagai berikut
    • Smart Home System
    • Moda Transportasi
    • Perkembangan kereta di Indonesia
    • Pemanfaatan energi masyarakat 5.0

Pertanyaan

  1. Konsep Masyarakat 5.0 (Society 5.0) berfokus pada kesejahteraan manusia dengan mengintegrasikan ruang fisik dan dunia maya. Berdasarkan narasi tentang smart home di atas, jelaskan bagaimana desain rumah pintar menjadi salah satu wujud nyata dari implementasi Masyarakat 5.0! Sertakan contoh konkret bagaimana teknologi tersebut membantu aktivitas manusia.
  2. Berdasarkan teks di atas, analisis bagaimana perkembangan teknologi dalam Revolusi Industri mendorong transformasi sektor transportasi dari masa 4.0 menuju era Masyarakat 5.0. Jelaskan perbedaan fokus teknologi transportasi pada kedua era tersebut!
  3. Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
    • Jelaskan tentang Smart Home System
    • Sebutkan 3 (tiga) perangkat dalam Smart Home System
    • Jelaskan dengan ringkas mengenai kereta LRT, Maglev dan Hyperloop
    • Jelaskan tentang kereta Whoosh
    • Sebutkan 4 (empat) jenis pemanfaatan energi di masa depan

Quiz

Perubahan Perilaku Keruangan sebagai Dampak Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0

Mata Pelajaran Geografi Kelas XII SMA/MA

1 / 10

Dalam era Society 5.0, penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pertanian (Smart Farming) mengubah pola penggunaan lahan pertanian. Apa konsekuensi logisnya terhadap struktur demografi pedesaan?

2 / 10

Perubahan perilaku keruangan akibat Revolusi Industri 4.0 juga berdampak pada sektor pariwisata melalui konsep Virtual Tourism. Apa implikasi keruangan dari tren ini terhadap destinasi wisata fisik yang rentan rusak (konservasi)?

3 / 10

Aplikasi transportasi daring (ride-hailing) telah mengubah pola mobilitas penduduk kota. Evaluasi dampak lingkungan yang mungkin terjadi jika integrasi dengan transportasi massal tidak dilakukan adalah...

4 / 10

Revolusi Industri 4.0 memunculkan fenomena 'Ruang Tanpa Tempat' (Space of Flows). Contoh nyata fenomena ini dalam kehidupan sehari-hari adalah...

5 / 10

Dalam konteks Society 5.0, data raksasa (Big Data) digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Analisislah potensi risiko keruangan (spatial risk) yang muncul jika infrastruktur digital tidak merata di seluruh wilayah Indonesia!

6 / 10

Perhatikan pernyataan berikut:

  1. Meningkatnya arus urbanisasi fisik secara tak terkendali.

  2. Munculnya 'desa digital' yang memasarkan produk pertanian ke pasar global.

  3. Berkurangnya interaksi sosial tatap muka antarwarga.

  4. Terbukanya peluang kerja jarak jauh (remote working) bagi penduduk desa.

Manakah yang merupakan dampak positif Revolusi Industri 4.0 terhadap interaksi desa-kota?

7 / 10

Revolusi Industri 4.0 memungkinkan fenomena Internet of Things (IoT) diterapkan dalam manajemen kota (Smart City). Manakah contoh perilaku keruangan yang paling efisien akibat penerapan Smart Mobility?

8 / 10

Maraknya belanja daring (e-commerce) mengubah interaksi keruangan antara produsen dan konsumen. Dampak spasial jangka panjang yang paling mungkin terjadi pada struktur penggunaan lahan perkotaan adalah...

9 / 10

Konsep Society 5.0 menekankan pada integrasi ruang fisik dan ruang siber untuk menyelesaikan masalah sosial. Bagaimana penerapan konsep ini dapat mengurangi kesenjangan keruangan (spatial inequality) dalam pelayanan kesehatan di Indonesia?

10 / 10

Fenomena gig economy dan maraknya start-up digital di era Revolusi Industri 4.0 telah mengubah pola penggunaan ruang perkantoran di pusat kota. Manakah analisis yang paling tepat menggambarkan perubahan struktur keruangan tersebut?

Your score is

The average score is 0%

0%

Recommended For You

About the Author: SudutEdukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *