Manfaat dan Kualitas Lingkungan (LKPD Geografi XI)

C. Manfaat Lingkungan

Manfaat dan Kualitas Lingkungan. Manusia hidup di permukaan bumi bersama-sama dengan komponen lingkungan lainnya, berupa komponen biotik dan abiotik. Lingkungan hidup yang baik memungkinkan setiap makhluk hidup dapat hidup dengan harmonis dan nyaman.

Secara langsung maupun tidak langsung, disadari ataupun tidak, semua unsur-unsur lingkungan yang ada di sekitar kita senantiasa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Lingkungan berperan penting dalam hidup sehat dan keberadaan kehidupan di planet bumi. Bumi merupakan rumah bagi berbagai spesies makhluk hidup dan kita semua bergantung pada lingkungan untuk kebutuhan makanan, udara, air, dan kebutuhan lainnya.

Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan makanan, manusia memanfaatkan tumbuhan dan hewan. Selain itu, dalam proses pernafasan manusia senantiasa menghirup oksigen yang terdapat di atmosfer. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menyelamatkan dan melindungi lingkungan hidup.

Lingkungan memiliki beberapa fungsi yang sangat memengaruhi kelangsungan hidup unsur-unsur yang ada di dalamnya (Dinas Lingkungan Hidup, 2020). Secara umum beberapa manfaat unsur lingkungan hidup bagi manusia antara lain sebagai berikut.

Manfaat unsur lingkungan hidup bagi manusia

1) Lingkungan sebagai tempat untuk hidup

Lingkungan menjadi tempat beraktivitas makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Lingkungan juga berperan sebagai tempat manusia berinteraksi sosial.

2) Lingkungan sebagai penghasil pangan makhluk hidup

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, makhluk hidup membutuhkan pangan dan air. Karena itu, makanan dan air menjadi satu diantara hal penting alam kebutuhan kehidupan.

3) Lingkungan sebagai penyedia sumber daya alam

Satu diantara contoh sumber daya alam yang ada di lingkungan hidup alami adalah gas alam dan minyak bumi. Kedua sumber daya alam tersebut memberi manfaat penting untuk dimanfaatkan manusia sebagai pemenuhan kebutuhan hidup. Misalnya, manfaat pengolahan bahan bakar dari gas alam dan minyak bumi.

4) Lingkungan sebagai penyedia mikroorganisme

Mikroorganisme diperlukan untuk menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati. Melalui sebuah proses yang dilakukan oleh mikroorganisme, sisa-sisa tersebut akan menjadi tanah yang subur.

5) Lingkungan sebagai penyedia oksigen

Setiap makhluk hidup membutuhkan manfaat oksigen untuk bernapas. Sama halnya seperti air, jika kekurangan oksigen, makhluk hidup akan lemas, bahkan mati.

6) Sebagai penyedia tanah

Bagi tumbuhan, tanah berfungsi sebagai tempat hidup dan kembangnya. Bagi manusia, tanah berfungsi sebagai tempat berpijak, berkebun, berladang, mendirikan rumah, dan lainnya.

Hubungan antara makhluk hidup, khususnya manusia, dengan lingkungannya telah berlangsung sejak manusia lahir. Begitu seseorang lahir ke dunia, secara langsung atau tidak langsung melakukan interaksi dengan lingkunganya, seperti memanfaatkan oksigen di udara untuk bernafas. Tingkat ketergantungan terhadap lingkungan meningkat seiring dengan perkembangan kebutuhannya. Semua kebutuhan tersebut didapat melalui interaksi dengan lingkungan, baik lingkungan alam, sosial, dan budaya.

D. Kualitas lingkungan Sebagai Kebutuhan Hidup

1. Pengertian Kualitas Lingkungan dan Pentingnya Bagi Kehidupan

Kualitas lingkungan yang baik ditandai dengan suasana yang dapat membuat orang merasa nyaman untuk tinggal di tempatnya sendiri. Selain itu, terpenuhi berbagai kebutuhan hihup, mulai dari kebutuhan dasar/utama seperti makanan, minuman, perumahan, hingga kebutuhan rohani atau spiritual seperti pendidikan, rasa aman, dan sarana beribadah.

Daya dukung lingkungan (carrying capacity) harus selalu diperhatikan untuk menjaga kualitas lingkungan dalam kondisi baik. Daya dukung lingkungan adalah ukuran kemampuan suatu lingkungan untuk mendukung kelompok atau populasi dari berbagai jenis makhluk hidup tertentu untuk hidup dalam lingkungan tertentu. Lingkungan tersebut berupa lahan, kawasan tertentu, atau ekosistem tertentu, misalnya sawah, perkebunan, hutan, rawa, sungai, danau, pantai, desa, kota, permukiman, dan kawasan industri. Adapun suatu makhluk hidup dapat berupa tumbuhan, hewan, manusia, dan makhluk hidup lainnya.

2. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Sumber: https://www.youtube.com/@SMARTID1 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Kualitas lingkungan hidup Indonesia menjadi salah satu isu penting. Pada era modern ini, lingkungan berada dalam tekanan berat yang berpotensi mengubah kondisi lingkungan, baik sebagai dampak pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan jumlah penduduk (Dinas Lingkungan Hidup).

Pemahaman tentang kualitas lingkungan hidup penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan dan aksi nyata dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkepentingan untuk memudahkan masyarakat dan para pengambil kebijakan mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk memahami kualitas lingkungan hidup di Indonesia.

Pengukuran kualitas lingkungan hidup saat ini dilakukan secara kuantitatif menggunakan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Pengukuran tersebut diadopsi dari beberapa sumber, yaitu Environmental Performance Index (EPI) yang dikembangkan oleh sebuah pusat studi di Universitas Yale. Tiga indikator yang menjadi dasar penilaian IKLH di Indonesia adalah Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Lahan (IKL). (Yuwono, Arief Sabdo, 2012).

Versi baru dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Versi baru dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH versi baru) adalah istilah baru yang menggabungkan semua jenis indikator kualitas lingkungan dari semua aspek, termasuk udara, air, hutan, flora dan fauna, kesehatan masyarakat, dan kesehatan lingkungan hidup. IKLH versi baru ini dikembangkan dengan penggabungan semua komponen indeks, termasuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Tutupan Hutan (ITH), Indeks Keanekaragaman Hayati (IKH), Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM), dan Indeks Kesehatan Lingkungan (IKL) (Yuwono, Arief Sabdo, 2012).

Pemerintah dapat mengatur dan menetapkan skala prioritas berdasarkan seberapa besar tingkat kerusakan lingkungan yang telah terjadi dan prioritas yang akan terjadi. Penetapan IKLH baru akan menjadi penting karena memiliki potensi besar sebagai dasar yang kuat untuk menerapkan implementasi Instrumen Analisis Risiko Lingkungan. Jika IKLH baru dapat diterima secara luas dan diterapkan dengan benar, maka dapat memberikan kontribusi penting dalam konteks pengkajian risiko lingkungan dan manajemen pengelolaan risiko lingkungan, karena IKLH baru memuat hasil dari penilaian yang aktual pada semua aspek dimensi penting lingkungan hidup (Yuwono, Arief Sabdo, 2012).

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Indonesia meningkat sebesar 3,72 poin, dari 66,55 pada tahun 2019 menjadi 70,27 pada tahun 2020. IKLH pada tahun 2020 telah melampaui target yang diamanatkan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yakni sebesar 68,71. (KLHK 2021).

Peningkatan IKLH pada tahun 2020 disebabkan oleh perbaikan pada Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Air (IKA). Selain itu, adanya perubahan pembobotan dalam rumus untuk tahun 2020 juga berpengaruh pada peningkatan IKLH. Peningkatan IKLH tahun 2020 juga dipengaruhi oleh penambahan indikator baru yaitu Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG) dan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL). Kedua indeks baru tersebut melengkapi dan menguatkan pengukuran IKLH yang terdiri dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Lahan (IKL), dan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) (KLHK 2021).

Upaya Kementerian Lingkungan Hidup untuk mencapai IKLH adalah sebagai berikut:

  1. memperbaiki tata kelola lingkungan untuk pengendalian kerusakan hutan (deforestasi),
  2. menjaga daerah aliran sungai sebagai daya tarik wisata baru, serta diiringi dengan pertumbuhan ekonomi dari produk komoditas kreatifitas dari masyarakat,
  3. membangun blok saluran kanal untuk memulihkan interaksi sosial masyarakat, dan
  4. mengurangi beban lingkungan dengan menyediakan teknologi ramah terhadap lingkungan dan kesehatan, sekaligus menopang kehidupan masyarakat dan dunia usaha. (KLHK 2021).

3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Lingkungan

Kualitas lingkungan hidup di suatu wilayah tidak bersifat permanen, melainkan dapat mengalami penurunan dan perbaikan kembali. Terdapat wilayah yang kualitas lingkungannya baik atau cukup baik, tetapi ada juga wilayah dengan kualitas lingkungan yang buruk. Kualitas lingkungan suatu wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor alam dan sosial budaya.

a. Faktor Alam

  1. Iklim. Iklim merupakan salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas manusia di lingkungannya. Iklim yang ekstrim dapat menjadi penghambat aktivitas manusia.
  2. Perubahan cuaca. Perubahan cuaca yang ekstrim dapat menjadi penghambat aktivitas manusia. Namun di sisi lain, perubahan suhu/cuaca dapat membuat manusia menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi perubahan.
  3. Kesuburan tanah. Kesuburan tanah merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap daerah agraris. Tanah yang subur memberikan nilai daya dukung lingkungan yang lebih tinggi dibandingkan tanah yang kurang subur.
  4. Erosi.Erosi merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan daya dukung lingkungan.
  5. Aktivitas gunung api. Ada kalanya aktivitas gunung api mengeluarkan gas yang berbahaya bagi lingkungan di sekitarnya. Misalnya, gas karbon monoksida dan gas belerang yang dapat mengganggu pernafasan.

b. Faktor Sosial Budaya

  1. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi akan mampu merespon dan meningkatkan kualitas lingkungan.
  2. Tradisi masyarakat setempat. Masyarakat pada umumnya memiliki nilai-nilai tradisi dalam menjaga kualitas lingkungan. Misalnya, apabila seorang anggota masyarakat menebang satu pohon, mereka harus mengganti 10 pohon serupa
  3. Cara berpikir masyarakat. Cara berpikir yang melihat lingkungan sebagai sesuatu yang dapat dieksploitasi secara terus menerus akan berisiko menimbulkan efek degradasi lingkungan.

Rincian Aktivitas Pembelajaran

  1. Baca materi pelajaran diatas dengan seksama termasuk dari sumber lain yang relevan baik buku pegangan atau sumber online lainnya.
  2. Perhatikan dan saksikan dengan baik penjelasan tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang terkandung pada video diatas !
  3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu yang telah dibentuk sebelumnya, mengenai
    • Manfaat Lingkungan
    • Manfaat unsur lingkungan hidup bagi manusia
    • Kualitas lingkungan Sebagai Kebutuhan Hidup
    • Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Lingkungan
  4. Amati kembali isi video dengan seksama siapkan catatan kemudian amati hal-hal sebagai berikut
    • Definisi IKLH
    • Komponen penyusunan IKLH
    • Sumber data IKLH

Pertanyaan

  1. Sebutkan 6 (enam) manfaat unsur lingkungan hidup bagi manusia?
  2. Sebutkan Pengertian Kualitas Lingkungan dan Pentingnya Bagi Kehidupan?
  3. Sebutkan 3 (tiga) faktor alam yang memengaruhi Kualitas Lingkungan?
  4. Amati kembali isi video dengan seksama kemudian jawab pertanyaan berikut
    • Jelaskan definisi IKLH
    • Sebutkan 3 komponen penyusunan IKLH?
    • Sebutkan dan jelaskan 2 (dua) Sumber data IKLH
  5. Data IKLH suatu provinsi selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan dari 71,2 (2021), 69,5 (2022), menjadi 67,8 (2023). Komponen penyusun IKLH meliputi kualitas air, udara, dan tutupan lahan.
    • Pertanyaan: Analisislah faktor-faktor yang paling mungkin menyebabkan penurunan IKLH tersebut dan usulkan kebijakan pemerintah daerah untuk memperbaikinya!
  6. Di Kabupaten X, kualitas udara memburuk akibat meningkatnya aktivitas industri dan kendaraan bermotor. Namun, masyarakat belum menyadari pentingnya peran pohon dalam menjaga kualitas udara.
    • Pertanyaan: Bagaimana strategi edukasi lingkungan dapat diterapkan di daerah tersebut agar masyarakat berpartisipasi aktif memperbaiki kualitas udara?

Quiz

Manfaat dan Kualitas Lingkungan

Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA/MA

1 / 10

Sebuah perusahaan industri tekstil membuang limbah cairnya langsung ke sungai. Jika masyarakat di sekitar memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, maka potensi yang paling besar dapat terjadi adalah...

2 / 10

Pemerintah daerah membuat program “Gerakan Satu Rumah Satu Pohon” untuk meningkatkan kualitas udara. Upaya tersebut mencerminkan prinsip...

3 / 10

Data pengukuran menunjukkan kadar BOD (Biological Oxygen Demand) di sungai kota A meningkat drastis. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa...

4 / 10

Suatu wilayah perbukitan sering mengalami longsor akibat penggundulan hutan untuk lahan pertanian. Solusi yang paling tepat untuk memperbaiki kualitas lingkungan di daerah tersebut adalah..

5 / 10

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di kawasan perkotaan berdampak pada tingginya kadar gas CO dan NO₂ di udara. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi adalah..

6 / 10

Di sebuah wilayah, masyarakat berhasil menjaga kebersihan sungai karena dijadikan sumber air minum dan tempat wisata ekowisata lokal. Keberhasilan ini didukung oleh...

7 / 10

Sebuah daerah memiliki sumber air panas alami yang kemudian dimanfaatkan untuk wisata pemandian sekaligus pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa manusia mampu...

8 / 10

Petani di daerah dataran tinggi memanfaatkan lereng bukit dengan sistem terasering. Tindakan ini mencerminkan pemanfaatan lingkungan yang memperhatikan...

9 / 10

Sebuah kota besar mengalami peningkatan suhu udara yang cukup signifikan akibat pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan. Kebijakan ideal untuk mengatasi masalah tersebut adalah...

10 / 10

Keberadaan ekosistem hutan bakau di wilayah pesisir tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya biota laut, tetapi juga berperan penting dalam mengurangi dampak bencana alam. Manfaat lingkungan yang ditunjukkan oleh fungsi tersebut termasuk dalam kategori..

Your score is

The average score is 20%

0%

Recommended For You

About the Author: SudutEdukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *