Cara Meningkatkan Akuntabilitas Siswa. Akuntabilitas siswa merupakan sikap bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan kewajiban di sekolah. Serta transparansi terhadap hasil dan proses yang dicapai. Berikut adalah narasi langkah-langkah strategis untuk meningkatkan akuntabilitas siswa berdasarkan praktik, teori, dan hasil penelitian terbaru.
Strategi Akuntabilitas Siswa: Panduan Pascapandemi
Pandemi COVID-19 dan peralihan ke lingkungan belajar virtual dan hybrid menantang metode pengajaran tradisional. Memaksa para pendidik untuk menemukan kembali praktik terbaik demi akuntabilitas siswa.
Meskipun prinsip intinya—berkomitmen untuk belajar dan berkembang—tetap sama, metode untuk mengembangkannya telah berkembang. Panduan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang mengapa akuntabilitas siswa dalam pendidikan itu penting dan menawarkan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk mempromosikannya di lingkungan belajar apa pun.
Apa itu Akuntabilitas Siswa?
Akuntabilitas siswa adalah komitmen siswa untuk bertanggung jawab atas pembelajaran dan tindakan mereka sendiri. Ini adalah pola pikir di mana siswa belajar menghargai pekerjaan mereka, membangun kepercayaan diri, dan berperan aktif dalam perjalanan pendidikan mereka.
Memupuk rasa tanggung jawab sejak usia dini mempersiapkan siswa untuk kehidupan setelah lulus SMA, entah mereka melanjutkan pendidikan tinggi, memasuki dunia kerja, atau gabungan keduanya.
Baca juga: Mengajarkan Tanggung Jawab kepada Siswa
Cara Meningkatkan Akuntabilitas Siswa di Kelas
Strategi berikut dirancang untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan hidup penting berupa manajemen waktu, manajemen diri, dan penerapan keterampilan di dunia nyata.
Ciptakan Lingkungan Belajar yang “Tepat”
Lingkungan belajar yang “tepat” adalah lingkungan yang sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan siswa Anda. Dalam lingkungan ini, siswa merasa terhubung, dipercaya, dihormati, dan aman. Ketika siswa merasakan rasa kebersamaan yang kuat, mereka cenderung bertanggung jawab atas tindakan dan perilaku mereka, yang penting bagi sistem manajemen kelas yang berjalan lancar.
Dalam lingkungan yang tepercaya, siswa akan berharap untuk dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka, tidak hanya oleh guru mereka tetapi juga oleh teman sekelas dan diri mereka sendiri.
Tetapkan Harapan yang Jelas
Harapan yang jelas sangat penting untuk memastikan siswa bertanggung jawab atas pembelajaran dan tugas yang diberikan. Memberikan arahan tertulis dan lisan yang jelas untuk semua tugas memastikan siswa memahami apa yang diharapkan dari mereka. Ini merupakan langkah mendasar dalam meningkatkan pembelajaran siswa.
- Gunakan Rubrik: Membuat rubrik untuk proyek dan penilaian membantu siswa memahami kriteria keberhasilan dan bagaimana pekerjaan mereka akan dievaluasi.
- Tetapkan Batas Waktu: Batas waktu yang jelas sangat penting untuk membantu siswa tetap terorganisir dan mengerjakan tugas mereka. Platform daring, seperti Google Classroom, dapat menjadi alat yang ampuh untuk membantu siswa mengelola tenggat waktu mereka.
Memupuk Rasa Memiliki Siswa terhadap Pembelajaran
Sebagai pendidik, kita perlu melampaui alasan dan memberdayakan siswa untuk berperan aktif dalam pendidikan mereka. Hal ini merupakan bagian integral dari peningkatan akuntabilitas, karena membuat siswa merasa bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.
- Berikan Siswa Suara: Libatkan siswa dalam proses pembelajaran dan biarkan mereka berperan aktif dalam pengambilan keputusan tentang pendidikan mereka.
- Anggap Kesalahan sebagai Kesempatan Belajar: Kesalahan dapat menghasilkan pembelajaran yang signifikan. Ketika siswa bertanggung jawab atas pembelajaran mereka, pertumbuhan akademis dan sosial-emosional tak terelakkan.
Menerapkan Penilaian Diri dan Refleksi
Penilaian diri merupakan bagian penting dari pembelajaran dan merupakan langkah penting dalam proses akuntabilitas. Penilaian diri mendorong siswa untuk merefleksikan kinerja mereka dan menentukan kekuatan serta kelemahan mereka.
- Penilaian Diri Sederhana: Pada usia muda, ini bisa sesederhana lembar kerja emoji di mana siswa melingkari emoji yang menunjukkan perasaannya tentang usahanya, atau jempol ke atas/jempol ke bawah untuk memeriksa pemahaman.
- Formulir Refleksi Formal: Untuk siswa yang lebih tua, formulir refleksi diri setelah penilaian utama dapat membantu mereka menetapkan tujuan dan menentukan apakah tujuan tersebut telah tercapai, sehingga membantu mereka bertanggung jawab atas kinerja mereka.
Bermitra dengan Keluarga dan Siswa
Sebuah perubahan baru pada konferensi orang tua-guru standar adalah melibatkan siswa secara langsung . Menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dan melibatkan siswa dalam keputusan pendidikan mereka merupakan cara yang baik untuk meningkatkan akuntabilitas.
- Dukung Keluarga: Sangat penting untuk menciptakan hubungan yang kuat antara sekolah dan rumah. Orang tua dan wali perlu merasa didukung oleh guru untuk memberikan bantuan yang diperlukan bagi keberhasilan siswa .
- Konferensi yang Dipimpin Siswa: Melibatkan siswa dalam konferensi dapat memberikan pandangan berbeda terhadap situasi dan membantu mereka mengembangkan rasa kepemilikan atas pembelajaran mereka.
Seperti yang dikatakan Denis Waitley, “Hadiah terbesar yang dapat Anda berikan kepada anak-anak Anda adalah akar tanggung jawab dan sayap kemandirian.” Dengan menerapkan cara strategi-strategi ini, para pendidik dapat menjadi bagian dari upaya memberikan anugerah kesuksesan masa depan kepada siswa melalui peningkatan akuntabilitas.
1 Comment